Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A, Subsp.A.I(K), mengatakan asupan gizi lengkap pada anak sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang. Oleh karena itu, dia meminta agar orang tua tak membatasi asupan gizi anak kendati si kecil punya risiko alergi.
"Kalau anaknya sudah besar, sebenarnya tidak ada berlaku restriksi pada anak yang berisiko. Artinya, berikan saja makanan, apapun yang dibutuhkan," kata Molly di Jakarta, dilansir Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Peringati Hari Susu Nusantara 2026, Indomilk Ajak Orang Tua Bangun Kebiasaan Gizi Sehat Sejak Dini
Pembatasan hanya perlu dilakukan ketika anak sudah benar-benar mendapat diagnosis dokter. Namun selama alergi yang ditakuti masih sebatas dugaan tanpa bukti maka asupan gizi mesti tetap diberikan. Sayangnya, kata dia, banyak orang tua yang memutuskan untuk berhenti memberi gizi tertentu kepada anak walau itu baru sekadar perkiraan alergi.
"Setelah kita curiga anak tersebut mengalami alergi, baru kita buktikan. Nah, selama tidak alergi dan tak terbukti mengalami gejala alergi maka janganlah pantang makanan. Karena ini banyak nih (kasus seperti itu)," ujarnya.
Pembatasan gizi anak tanpa adanya bukti alergi, lanjut Molly, sangat berisiko. Taruhannya adalah perkembangan anak yang tak sempurna yang justru merugikan anak sendiri pada kemudian hari.
"Artinya, kalau anak alergi enggak boleh makan ini, enggak boleh makan itu, enggak boleh makan segala macam. Malah pertumbuhan anak menjadi tidak sempurna dan optimal. Padahal dia tidak alergi," jelasnya.
"Jadi, berikan makanan sesuai dengan kebutuhan hingga terbukti bahwa anak tersebut memang mengalami gejala alergi pada makanan," tambahnya memungkasi.