Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A, Subsp.A.I(K) meminta orang tua untuk tidak mengkhawatirkan alergi susu sapi pada anak mereka sebab alergi susu sapi bakal hilang secara alamiah seiring bertambahnya usia.

Molly mengatakan, dengan bertambahnya usia anak, maka sistem imun semakin matang yang membuat daya tahan tubuh menjadi jauh lebih prima dimana sistem imun bakal membangun toleransi terhadap protein susu sapi yang awalnya memicu alergi.

Baca Juga: Telkomsel Umumkan Susunan Pengurus Terbaru Tahun 2026

"Khususnya untuk alergi susu sapi, seluruh rancangan (tubuh) kita ini semakin bertambahnya usia, makin berkembang. Sehingga bisa lebih meningkatkan toleransi terhadap protein susu sapi. Berdasarkan studi atau penelitian, maka semakin usianya semakin bertambah, risiko gejala susu sapinya semakin berkurang," kata Molly dilansir Minggu (14/6/2026).

Molly mengatakan, sebagian besar anak yang awalnya didiagnosis alergi susu sapi biasanya kembali mengkonsumsinya pada usia tertentu. 

Untuk itu dia meminta orang tua yang anaknya sempat alergi susu sapi agar tak menghentikan asupan gizi dan protein ini secara permanen, konsultasi dengan dokter anak harus tetap dilakukan untuk mengetahui kapan si anak bisa diberi susu sapi lagi.

"Bahkan pada usia 3 tahun itu sekitar 80-90 persen anak yang dulunya pernah didiagnosis alergi susu sapi, itu sudah tidak mengalami alergi susu sapi lagi, sehingga bisa mengonsumsi protein susu sapi," ujarnya.

"Sehingga itulah pentingnya, kenapa mudah kalau kita harus tetap konsultasi berulang. Tidak hanya setelah didiagnosis, nanti oh iya berartinya gak boleh ngasih pas nanti sama anak 5 tahun," tambahnya.

Kebanyakan orang tua langsung berhenti memberikan asupan susu sapi begitu mengetahui anaknya terpapar alergi, parahnya lagi penghentian itu dilakukan dalam jangka waktu yang lama bahkan sampai anak menjelang dewasa.

Padahal kata Molly pemantauan secara berkala dengan bantuan tenaga medis penting dilakukan untuk mengetahui batas alergi susu sapi tersebut.

Baca Juga: Viral Dianggap 'Susu MBG', Ini Komposisi dan Kandungan OPao yang Perlu Diketahui

"Padahal harus dilakukan evaluasi secara berkala apakah anak tersebut sudah mengalami toleransi, artinya sudah bisa mengajak si protein susu sapi lagi atau tidak," pungkasnya.