Bertepatan dengan peringatan World Strabismus Day atau Hari Strabismus Sedunia pada 10 Agustus setiap tahunnya, RS Mata JEC @ Menteng meresmikan Pusat Operasi Mata Juling untuk memperkuat layanan penanganan strabismus bagi pasien anak maupun dewasa.

Pusat layanan tersebut menghadirkan penanganan terintegrasi, mulai dari pemeriksaan diagnostik, koreksi kelainan refraksi, terapi ambliopia atau mata malas, latihan penglihatan, hingga operasi otot mata berdasarkan diagnosis dan indikasi medis.

Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, dr. Referano Agustiawan, SpM(K), mengatakan strabismus memiliki penyebab, pola, dan kebutuhan penanganan yang berbeda pada setiap pasien.

Baca Juga: Cedera Mata saat Main Padel, Ini Pelajaran Penting dari Insiden yang Dialami Desta

Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh menjadi bagian penting sebelum dokter menentukan terapi yang sesuai.

“Strabismus memiliki penyebab, pola, dan kebutuhan penanganan yang berbeda pada setiap pasien. Karena itu, diperlukan pemeriksaan yang lengkap, dukungan Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus, serta pilihan terapi yang sesuai dan berkesinambungan,” ujar dr. Referano pada Senin (10/08/2026).

Menurutnya, strabismus tidak hanya memengaruhi fungsi penglihatan, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikososial pasien.

Pada anak, mata juling dapat memengaruhi rasa percaya diri dan meningkatkan risiko perundungan. Sementara pada orang dewasa, kondisi tersebut dapat memengaruhi interaksi sosial, kepercayaan diri, hingga peluang dalam lingkungan profesional.

Baca Juga: 6 Penyebab Mata Juling, Gangguan Otot hingga Penyakit Tertentu

Pusat Operasi Mata Juling RS Mata JEC @ Menteng menyediakan sejumlah layanan untuk mendukung penanganan pasien secara menyeluruh.

Pemeriksaan meliputi ketajaman penglihatan, kelainan refraksi, posisi dan pergerakan bola mata, fungsi penglihatan binokular, serta kondisi bagian mata lainnya.

Pasien juga dapat menjalani pemeriksaan stereopsis dan koordinasi kedua mata menggunakan sejumlah perangkat seperti Synoptophore, TNO, dan Fly Test sesuai kebutuhan klinis.

Untuk terapi nonbedah, dokter dapat memberikan kacamata, termasuk lensa khusus atau prisma pada pasien tertentu. Terapi ambliopia melalui patching serta latihan penglihatan juga dapat diberikan berdasarkan indikasi.

Sementara itu, operasi otot mata dilakukan apabila terapi nonbedah belum memberikan hasil yang memadai atau operasi menjadi pilihan yang paling sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan.

Turut hadir dalam acara, Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus sekaligus Ketua Layanan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), menegaskan operasi mata juling tidak semata-mata dilakukan untuk memperbaiki penampilan.

Baca Juga: 7 Macam-Macam Bentuk Mata Orang Indonesia, Kenali Ciri-Ciri dan Keunikannya

“Keputusan operasi tidak dibuat hanya untuk memperbaiki penampilan, namun lebih jauh untuk memperbaiki fungsi mata secara menyeluruh, sedapat mungkin dicapai penglihatan binokular tunggal,” jelasnya.

Ia mengatakan, perencanaan operasi dilakukan secara individual dengan mempertimbangkan pola dan besar deviasi, fungsi kedua mata, usia, penyebab, serta kondisi kesehatan pasien. Pemantauan setelah tindakan juga menjadi bagian dari proses penanganan.

Selain menjadi pusat layanan bagi pasien, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pembelajaran dan pengembangan kompetensi tenaga medis dalam penanganan strabismus.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, mengatakan kepercayaan pasien dalam penanganan strabismus dibangun melalui kompetensi tenaga medis, ketepatan diagnosis, teknologi yang relevan, serta komunikasi yang jelas.

“Dalam penanganan strabismus, setiap pasien dapat memiliki penyebab, kondisi penglihatan, dan kebutuhan terapi yang berbeda. Karena itu, pasien dan keluarga bukan hanya membutuhkan pemeriksaan atau tindakan, tetapi juga rasa aman dan keyakinan bahwa keputusan medis yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Prof. Tjahjono.

Saat ini, JEC Eye Hospitals and Clinics memiliki 16 cabang rumah sakit mata dan klinik utama mata di berbagai kota. Sejumlah cabang juga telah didukung layanan JKN-BPJS Kesehatan.

JEC juga mengembangkan sistem jejaring hub and spoke serta layanan digital seperti EyeCheck dan platform @Cloud untuk mendukung skrining, konsultasi, dan telemedicine.

Ke depan, JEC berencana memperluas akses layanan melalui pembangunan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali, dengan konsep “Blue Hospital”, serta pembukaan JEC @ Tangerang dan JEC JAVA @ Kediri.