Growthmates, tren glass skin semakin populer di media sosial. Tampilan kulit yang bening, halus, lembap, segar, dan bercahaya seperti kaca membuat banyak orang mencoba berbagai produk skincare, mulai dari serum, eksfoliator, masker hingga bahan aktif.

Namun, keinginan mendapatkan kulit mulus dan bercahaya bisa membuat seseorang menggunakan terlalu banyak produk atau melakukan eksfoliasi berlebihan. Jika tidak disesuaikan dengan kondisi kulit, kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Dikutip dari Times of India, Jumat (25/9/2026), Shabnum Khan, pendiri 750AD Healthcare Pvt. Ltd., membagikan pandangannya mengenai tren glass skin dan risiko mengejar kesempurnaan kulit.

Dikatakan Shabnum Khan, glass skin menggambarkan kulit yang terlihat sangat terhidrasi, memiliki warna merata, halus, dan pori-porinya nyaris tidak terlihat. Menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari sinar ultraviolet merupakan bagian penting dari perawatan kulit.

Masalah muncul ketika keinginan mendapatkan tampilan tersebut membuat rutinitas skincare semakin panjang. Eksfoliator, bahan aktif, serum, hingga masker terus ditambahkan karena kulit dianggap belum cukup halus atau bercahaya.

Padahal, semakin banyak produk digunakan bukan berarti kulit akan semakin sehat.

Eksfoliasi Berlebihan Bisa Ganggu Skin Barrier

Eksfoliasi juga dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi penggunaan terlalu sering atau tidak sesuai kondisi kulit dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi.

Dokter Ayurveda, Dr. Piyush Juneja, mengingatkan bahwa kulit sehat tidak harus bebas pori-pori atau terlihat sempurna.

“Konsep glass skin sering kali memikat kita, namun kulit yang sehat tidak harus bebas pori-pori ataupun sangat mulus. Tolok ukur sebenarnya dari kulit yang sehat adalah kondisi skin barrier yang seimbang,” paparnya.

Menurutnya, terlalu banyak produk dan eksfoliasi berlebihan justru dapat menurunkan kualitas kulit.

“Saat Anda melapisi kulit dengan terlalu banyak produk atau melakukan eksfoliasi terlalu sering demi mendapatkan tampilan tertentu, kualitas kulit justru akan menurun,” lanjutnya.

Dampaknya dapat berupa gatal, iritasi, kulit lebih sensitif, hingga munculnya jerawat.

Baca Juga: Ingin Punya Glass Skin ala Korea? Terapkan 5 Kebiasaan Harian Ini