Bagi seseorang yang memiliki gangguan penglihatan karena mengalami rabun jauh, rabun dekat, atau mata silinder, kacamata dan lensa kontak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Namun, tidak sedikit yang ingin terbebas dari ketergantungan tersebut. Salah satu solusi yang kini banyak dipilih adalah operasi LASIK mata.

Akan tetapi, sebelum memutuskan menjalani operasi LASIK, penting untuk memahami cara kerja, syarat, tahapan prosedur, hingga proses pemulihannya.

Baca Juga: 7 Macam-Macam Bentuk Mata Orang Indonesia, Kenali Ciri-Ciri dan Keunikannya

Merangkum dari berbagai sumber pada Minggu (28/06/2026), lantas, apa itu metode LASIK dan bagaimana prosedurnya dilakukan? Apakah semua orang bisa menjalani tindakan ini?

Apa Itu Metode LASIK?

LASIK merupakan singkatan dari Laser-Assisted in Situ Keratomileusis, yaitu prosedur bedah refraktif yang menggunakan teknologi laser untuk memperbaiki gangguan penglihatan. Operasi ini bertujuan mengubah bentuk kornea sehingga cahaya yang masuk ke mata dapat difokuskan tepat ke retina.

Pada mata normal, cahaya akan jatuh tepat di retina sehingga menghasilkan penglihatan yang jelas. Namun, pada penderita rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), maupun astigmatisme atau mata silinder, bentuk kornea menyebabkan cahaya tidak terfokus dengan baik sehingga penglihatan menjadi kabur.

Melalui metode LASIK, dokter akan membentuk kembali permukaan kornea menggunakan laser berpresisi tinggi. Perubahan ini bersifat permanen sehingga banyak pasien dapat melihat lebih jelas tanpa lagi bergantung pada kacamata atau lensa kontak.

Baca Juga: 6 Penyebab Mata Juling, Gangguan Otot hingga Penyakit Tertentu

Gangguan Mata yang Bisa Diatasi dengan LASIK

Operasi LASIK umumnya direkomendasikan bagi pasien yang mengalami kelainan refraksi. Tindakan ini dapat membantu mengoreksi rabun jauh atau mata minus, rabun dekat atau mata plus, serta astigmatisme yang menyebabkan penglihatan tampak buram atau berbayang.

Meski demikian, keputusan untuk menjalani LASIK tetap harus melalui pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis mata karena tidak semua kondisi gangguan penglihatan dapat ditangani dengan prosedur ini.

Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Diabetes pada Mata dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Bagaimana Prosedur Operasi LASIK Dilakukan?

Salah satu alasan LASIK banyak diminati adalah karena prosedurnya relatif cepat. Seluruh tindakan biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk kedua mata.

Sebelum operasi dilakukan, pasien harus menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh atau pre-LASIK assessment. Pada tahap ini dokter akan memeriksa ketebalan kornea, memetakan bentuk permukaan kornea menggunakan teknologi topografi, mengukur tekanan bola mata, serta memastikan ukuran minus, plus, atau silinder sudah stabil dalam kurun waktu tertentu.

Saat tindakan berlangsung, dokter akan meneteskan anestesi lokal agar mata tidak merasakan nyeri. Setelah itu dibuat lapisan tipis pada permukaan kornea atau flap menggunakan alat berpresisi tinggi, baik dengan mikrokeratom maupun laser femtosecond.

Baca Juga: Ini Perbedaan Lash Lift vs Lash Extension, Mana yang Lebih Cocok untuk Bulu Matamu?

Flap kemudian dibuka sehingga laser excimer dapat membentuk ulang jaringan kornea sesuai hasil pemeriksaan sebelumnya. Laser bekerja dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi dan biasanya hanya aktif selama beberapa detik.

Setelah pembentukan kornea selesai, flap dikembalikan ke posisi semula. Menariknya, lapisan kornea tersebut dapat menempel kembali secara alami tanpa memerlukan jahitan.

Berapa Lama Proses Pemulihan LASIK?

Setelah operasi selesai, sebagian pasien mungkin merasakan mata sedikit berair, silau, atau seperti ada benda asing yang mengganjal. Kondisi ini umumnya bersifat sementara.

Dalam 24 jam pertama, banyak pasien sudah mulai merasakan peningkatan kualitas penglihatan secara signifikan. Namun, proses penyembuhan kornea tetap berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Selama masa pemulihan, dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata untuk menjaga kelembapan mata sekaligus mencegah infeksi.

Pasien juga dianjurkan menghindari menggosok mata, berenang, maupun aktivitas yang berisiko menyebabkan mata terkena debu selama masa penyembuhan.

Siapa yang Bisa Menjalani Operasi LASIK?

Perlu diketahui, tidak semua orang dapat menjalani operasi LASIK. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar prosedur ini aman dilakukan.

Secara umum, calon pasien harus berusia minimal 18 tahun karena ukuran refraksi mata sudah relatif stabil. Selain itu, ukuran minus atau silinder sebaiknya tidak mengalami perubahan signifikan dalam setidaknya satu tahun terakhir.

Dokter juga akan memastikan pasien tidak sedang hamil atau menyusui, tidak memiliki penyakit autoimun tertentu, serta diabetes yang tidak terkontrol karena kondisi tersebut dapat memengaruhi proses penyembuhan.

Ketebalan kornea juga menjadi salah satu faktor penting. Pasien harus memiliki kornea yang cukup tebal agar aman dilakukan pembentukan menggunakan laser. Selain itu, mata harus bebas dari infeksi, glaukoma yang tidak terkendali, maupun penyakit kornea lainnya.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Hilangkan Lingkaran Hitam dan Kembalikan Kesegaran Mata

Apakah Operasi LASIK Aman?

Secara umum, LASIK termasuk prosedur yang aman dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi jika dilakukan pada pasien yang memenuhi syarat medis. Teknologi laser yang digunakan mampu bekerja dengan tingkat presisi yang sangat tinggi sehingga risiko komplikasi relatif rendah.

Meski demikian, seperti prosedur medis lainnya, LASIK tetap memiliki potensi efek samping, seperti mata kering, silau pada malam hari, atau penglihatan yang belum sepenuhnya stabil pada masa awal pemulihan. Karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis mata menjadi langkah penting sebelum memutuskan menjalani tindakan ini.