Mata juling atau strabismus tidak hanya dialami anak-anak. Kondisi tersebut juga dapat muncul ketika seseorang telah dewasa, bahkan pada orang yang sebelumnya tidak pernah mengalami masalah posisi mata.

Berbeda dengan strabismus yang muncul sejak masa kanak-kanak, mata juling yang baru terjadi saat dewasa perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama apabila muncul secara tiba-tiba.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Lely Retno Wulandari, SpM(K), menjelaskan strabismus pada orang dewasa dapat dipengaruhi sejumlah faktor.

Baca Juga: 6 Penyebab Mata Juling, Gangguan Otot hingga Penyakit Tertentu

Kondisi tersebut antara lain dapat berkaitan dengan gangguan pada otot atau saraf penggerak mata, trauma, diabetes, hipertensi, maupun penyakit sistemik tertentu.

Dengan demikian, kemunculan mata juling secara mendadak tidak sebaiknya hanya dianggap sebagai persoalan penampilan.

Terlebih apabila perubahan posisi mata disertai gejala lain seperti sakit kepala, muntah, kelopak mata turun, kelemahan anggota tubuh, atau gangguan saraf lainnya.

“Juling yang muncul mendadak, terlebih jika disertai sakit kepala, muntah, kelopak mata turun, kelemahan anggota tubuh, atau gangguan saraf lainnya, perlu segera diperiksa,” jelas dr. Lely.

Baca Juga: Bertepatan World Strabismus Day, JEC @ Menteng Resmikan Pusat Operasi Mata Juling untuk Anak dan Dewasa

Pada orang dewasa, strabismus juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan ganda atau diplopia. Kondisi tersebut terjadi ketika kedua mata tidak lagi bekerja dalam posisi yang selaras sehingga otak menerima dua gambaran dari satu objek.

Penglihatan ganda dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk membaca, berjalan, mengemudi, maupun melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketepatan memperkirakan jarak.

Penanganan strabismus pada orang dewasa bergantung pada penyebab dan kondisi pasien. Pemeriksaan dapat mencakup posisi dan pergerakan bola mata, ketajaman penglihatan, fungsi penglihatan binokular, serta kondisi kesehatan yang menyertainya.

Baca Juga: Waspada! Ternyata Kebiasaan Ini Bisa Jadi Tanda Mata Juling pada Anak

Terapi dapat berupa penggunaan kacamata, termasuk prisma pada pasien tertentu untuk membantu mengatasi penglihatan ganda. Pada kondisi tertentu, operasi otot mata juga dapat menjadi pilihan apabila sesuai dengan indikasi medis.

Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus sekaligus Ketua Layanan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), mengatakan keputusan operasi tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki tampilan mata.

“Keputusan operasi tidak dibuat hanya untuk memperbaiki penampilan, namun lebih jauh untuk memperbaiki fungsi mata secara menyeluruh, sedapat mungkin dicapai penglihatan binokular tunggal,” jelasnya.

Karena itu, dokter perlu mempertimbangkan pola dan besar deviasi, fungsi kedua mata, usia, penyebab, serta kondisi kesehatan pasien sebelum menentukan tindakan.

Dengan demikian, orang dewasa yang mengalami perubahan posisi mata secara tiba-tiba sebaiknya tidak menunda pemeriksaan. Terlebih jika kondisi tersebut disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan neurologis.