Growthmates, telapak tangan yang berkeringat dingin kerap dianggap sebagai tanda seseorang mengalami penyakit jantung. Anggapan tersebut bahkan cukup umum di masyarakat sehingga keringat dingin sering langsung dikaitkan dengan kondisi jantung.
Namun, dokter sekaligus entrepreneur, dr. Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa anggapan tersebut merupakan mitos.
Menurutnya, telapak tangan yang mudah berkeringat atau dikenal sebagai hiperhidrosis tidak secara otomatis menunjukkan seseorang mengalami penyakit jantung.
“Hiperhidrosis itu adalah sebuah kondisi ketika aktivitas sarasimpatisnya berlebihan. Jadi salah satu aktivitas sarasimpatis itu adalah fight and flight. Dan salah satu impact-nya itu adalah di bagian distal kita, kayak telapak tangan, telapak kaki itu akan berkeringat dingin,” ungkap dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya @dr.tirta, Jumat (14/8/2026).
dr. Tirta melanjutkan, sistem saraf simpatis memang berperan dalam respons tubuh ketika menghadapi situasi yang dianggap menegangkan atau mengancam.
Menurutnya, respons yang dikenal sebagai fight or flight tersebut dapat memicu berbagai reaksi tubuh, termasuk produksi keringat pada area tertentu seperti telapak tangan dan kaki.
Pada kondisi hiperhidrosis, produksi keringat dapat berlangsung secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dalam kondisi seperti ini, menurut dr. Tirta, seseorang sebaiknya tidak mengabaikannya dan dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Terlalu Banyak Gula Tanpa Olahraga? Ini Peringatan Dokter Tirta