Growthmates, perut kembung setelah makan, asam lambung naik, sembelit, atau merasa kenyang lebih cepat dari biasanya merupakan keluhan yang cukup umum dialami wanita. Penyebabnya pun beragam, mulai dari makanan, menstruasi, hingga stres, dan dalam banyak kasus memang tidak berbahaya.
Namun, beberapa keluhan sehari-hari tersebut juga dapat muncul sebagai gejala kanker ovarium. Tantangannya, kanker ovarium pada tahap awal sering kali hanya menimbulkan sedikit gejala atau bahkan tidak menunjukkan gejala yang jelas.
National Cancer Institute (NCI) menyebutkan, ketika gejala muncul, keluhan dapat berupa pembengkakan atau nyeri perut, kembung, kesulitan makan atau cepat merasa kenyang, dorongan mendesak untuk buang air kecil, serta sembelit.
Karena gejalanya mirip dengan berbagai gangguan kesehatan yang umum, hal penting yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis keluhannya, tetapi juga perubahan pola, frekuensi, dan lamanya gejala tersebut muncul.
Dikutip dari Times of India, Kamis (24/9/2026), berikut sejumlah keluhan yang sebaiknya tidak terus-menerus dianggap sebagai masalah pencernaan biasa.
1. Perut kembung yang terus berulang
Hampir setiap orang pernah mengalami perut kembung. Kondisi ini bisa muncul setelah makan dalam jumlah banyak, saat menstruasi, atau ketika mengalami sembelit.
Namun, kondisi perlu lebih diperhatikan jika perut terasa penuh atau membengkak secara tidak biasa dan terjadi berulang kali tanpa penyebab yang jelas. Sebagian wanita mungkin menyadari pakaian menjadi terasa lebih ketat di bagian pinggang atau perut terus terasa kembung.
Informasi NCI mengenai kanker ovarium mencatat bahwa pembengkakan, tekanan, dan kembung pada perut dapat menjadi salah satu gejala kanker ovarium. Meski demikian, keluhan yang sama juga sangat umum terjadi pada berbagai kondisi non-kanker.
Karena itu, satu kali mengalami kembung bukan berarti seseorang mengalami kanker ovarium. Yang lebih penting adalah memperhatikan apabila keluhan tersebut baru muncul, berulang, menetap, atau berbeda dari kondisi yang biasanya dialami.
2. Cepat kenyang meski baru makan sedikit
Perubahan pola makan juga bisa menjadi keluhan yang mudah diabaikan. Misalnya, seseorang tiba-tiba merasa kenyang meski baru mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit.
Rasa kenyang lebih cepat memang dapat disebabkan oleh berbagai masalah pencernaan atau kondisi lain yang tidak berbahaya. Namun, jika kondisi tersebut terus berulang, terutama disertai kembung, rasa tidak nyaman di perut, atau penurunan nafsu makan, perubahan ini sebaiknya diperhatikan.
NCI mencantumkan kesulitan makan atau cepat merasa kenyang sebagai salah satu kemungkinan gejala kanker ovarium.
Artinya, rasa kenyang setelah makan sedikit tidak dapat digunakan untuk memastikan adanya kanker. Namun, perubahan yang menetap sebaiknya tidak terus-menerus dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Rambut Beruban Tanda Tubuh Melawan Kanker? Pakar IPB Jelaskan Faktanya