PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia telah menanam lebih dari 20.000 pohon mangrove melalui program PLAN & PLANT, 1 Polis = 1 Mangrove sejak 2023 hingga kuartal II 2026, yang berpotensi menyerap lebih dari 9 juta kilogram emisi karbon dalam 25 tahun mendatang.

Program PLAN & PLANT merupakan inisiatif Generali Indonesia yang mengaitkan penerbitan polis baru dengan penanaman mangrove. Tercatat, pada 2026, Generali Indonesia bersama Jejakin memperluas penanaman mangrove ke Desa Legon Wetan, Legon Kulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebelumnya, program serupa telah dilakukan di Desa Ujungalang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dan kawasan UNESCO National Geopark Ciletuh, Jawa Barat.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Generali Indonesia Rebecca Tan mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Melalui program PLAN & PLANT, kami ingin menghadirkan nilai jangka panjang melalui perlindungan finansial bagi nasabah dan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Rebecca dalam seremoni keberlanjutan PLAN & PLANT di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta Utara, Selasa (24/9) lalu.

Baca Juga: Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Generali Indonesia Tegaskan Komitmen Layanan

Baca Juga: Lewat Lion Heart Run 2026, Generali Indonesia Salurkan Donasi Rp1,7 Miliar untuk Kebaikan

Menurut Rebecca, penanaman mangrove melibatkan kontribusi Generali Indonesia, tenaga pemasar, dan nasabah untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem.

Sementara itu, Chief Growth Officer Jejakin Sudono Salim mengatakan kolaborasi dengan Generali Indonesia menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan bisnis.

“Melalui dukungan teknologi pemantauan yang kami kembangkan, pertumbuhan mangrove dapat diukur secara transparan sehingga manfaat lingkungan yang dihasilkan dapat dirasakan dan dipahami secara nyata,” kata Sudono.

Selain penanaman mangrove, Generali Indonesia menjalankan sejumlah inisiatif lingkungan lainnya, seperti mengurangi penggunaan kertas dan plastik sekali pakai, digitalisasi operasional, serta mendorong penggunaan transportasi umum.

Generali Indonesia juga memiliki empat peran dalam menjalankan komitmen keberlanjutan, yakni sebagai investor yang bertanggung jawab, pemberi perlindungan asuransi yang bertanggung jawab, pemberi kerja yang bertanggung jawab, dan warga korporasi yang bertanggung jawab.