Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyentil keras pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dia mengatakan kondisi bangsa saat ini sedang tidak baik-baik saja, namun kondisi buruk itu sedang berusaha ditutupi agar tak diketahui masyarakat.
Salah satu contohnya adalah anjloknya nilai tukar rupiah yang sudah lama tiarap. Pada sisi lain kesempatan kerja menyempit, pengangguran juga turut melonjak, kendati kondisi ini sangat berbahaya bagi kemaslahatan masyarakat, namun pemerintah tak memberi penjelasan apapun, masyarakat dibikin sibuk pada hal-hal remeh.
“Teman-teman semua, izinkan saya berbagi pandangan. Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini. Dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja," kata Anies Baswedan dalam sebuah video yang beredar di media sosial X dikutip Olenka.id Jumat (11/9/2026).
"Dalam situasi seperti ini, yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal: Kepastian. Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula," tambahnya.
Anies mengatakan, sebagai upaya menyembunyikan berbagai persoalan rumit itu, pemerintah hanya mau memaparkan hal-hal baik saja, padahal keterbukaan mengenai kondisi bangsa yang carut marut ini perlu diketahui seluruh masyarakat.
"Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan. Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan," ujarnya.
Mantan rektor Universitas Paramadina itu mengatakan, kondisi yang kacau saat ini diperparah dengan ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah, bahkan sesama pejabat negara bisa berbeda pandangan soal sebuah kebijakan.
"Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan adalah hajat hidup ratusan juta orang," katanya lagi.
Karenanya Anies menilai situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan khususnya dari pemerintah.
"Oleh karena itu saya mengajak kepada pemerintah, berhentilah memberi obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur, berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten, pimpin secara solid, ajak dari atas sampai bawah," imbuhnya.
Dengan begitu kata dia, pasar akan menjadi lebih tenang begitu juga menenangkan masyarakatnya.
"Lalu kepada teman-teman semua, bersiaplah. Suka tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita. Tekanan ekonomi belum reda, cuaca ekstrim akan hadir dan menerpa, dan dunia di luar sedang bergolak," jelasnya.
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, Anies Baswedan menegaskan bahwa semua pihak harus tetap optimis bahwa tantangan berat yang sedang dihadapi itu akan bisa dilewati semuanya.
"Asal kita berjalan dengan mata terbuka, bukan dengan ilusi yang dibuat-buat. Kita pasti bisa. Tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini," tuntasnya.