Peluang Anies Baswedan untuk kembali bertarung dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2029 masih terbuka lebar.

Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah, berpandangan bahwa peluang Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta periode 2017–2022 Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2029 masih terbuka lebar di tengah dinamika politik yang masih terus berkembang.

"Saat ini Anies Baswedan tidak memiliki jabatan publik, tetapi berdasarkan berbagai survei posisi Anies berada di tiga besar. Artinya, masih relatif kuat," katanya saat ditemui oleh tim AMKI Jakarta di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026) lalu.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Mati Kutu di 2029 Kalau Anies dan Ahok Bersatu...

Perlu diketahui, berdasarkan survei terbaru Media Survei Nasional (Median) yang rilis pada 31 Agustus 2026 lalu, angka elektabilitas Anies Baswedan tercatat sebesar 19,5%. Posisi Anies berada di bawah Prabowo Subianto yang meraih elektabilitas 32,2% dan Dedi Mulyadi dengan perolehan 19,8%.

Geisz Chalifah mengharapkan, iklim demokrasi di Indonesia tetap terjaga dengan baik sehingga Anies Baswedan bisa tetap berkompetisi dalam pemilu mendatang. Ia mengingatkan agar dugaan upaya penjegalan yang terjadi dalam pencalonan Anies pada Pilkada Jakarta 2024 lalu tidak kembali terulang.

"Semoga rezim pemerintahan Prabowo mampu menjaga iklim demokrasi dengan baik," ujarnya.

Geisz mendorong mendorong Anies untuk tetap mempertahankan idealisme dalam menghadapi dinamika politik nasional. Ia menilai idealisme dan sikap politik Anies selama ini menjadi salah satu kekuatan untuk tetap memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi.

"Misalnya, jika Anies berpasangan dengan Gibran maka sudah pasti saya akan cabut dukungan," tegasnya.

Mantan aktivis di Lembaga Seni dan Budaya MN KAHMI dan PB Pemuda Al Irsyad tersebut mengatakan bahwa politik bukan sekadar berorientasi pada perebutan kekuasaan. Akan tetapi, ia berpandangan bahwa berpolitik merupakan sarana untuk memperjuangkan nilai-nilai dan idealisme tetapi kepentingan publik secara luas.

"Kalau meninggalkan nilai-nilai semata-mata untuk kekuasaan maka apa beda Anies dengan tokoh politik yang lain?" pungkasnya.