Aktivis 98 Rustam Effendi mengkritik keras Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dia menilai eks Wali Kota Solo sekaligus Mantan Gubernur DKI Jakarta itu munafik ia berlagak seperti orang baik, padahal aslinya Jokowi kata dia sangat Jahat.

Pernyataan itu dilontarkan untuk merespons Jokowi yang baru-baru ini menyampaikan nasihat bijaksana terkait bagaimana kekuasaan digunakan. 

Baca Juga: Nggak Peduli Lewat Cara Halal Atau Haram, Jokowi Bakal Terus Ngejar Kekuasaan, Berhenti Kalau Sudah Makan Tanah!

Dalam pernyataannya yang disampaikan di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026) lalu, Jokowi mengatakan, kekuasaan tak boleh dipakai untuk membunuh atau menjatuhkan lawan.

"Seolah-olah kan kayak dia orang bener gitu, kan. Jadi penguasa kalau berkuasa tidak boleh menekan, membunuh. Padahal dia kan pembunuh yang banyak," kata Rustam dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/9/2026).

Selama menjadi penguasa, Jokowi kata Rustam berulang kali menekan lawan-lawannya dengan kekuasaan. Bahkan kata dia korban jiwa juga kerap berjatuhan imbas penyalahgunaan kekuasaan.

Misalnya saja tragedi penembakan anggota Front Pembela Islam (FPI) atau kerusuhan Pilpres 2019 yang pecah di depan kantor Bawaslu yang disebutnya merenggut sejumlah korban jiwa hingga tragedi Kanjuruhan yang menewaskan puluhan suporter sepak bola.

"KM 50, Bawaslu, Kanjuruhan, KPPS, ribuan yang dibunuh. Tapi dengan seolah-olah dia orang bersih, orang baik, berani ngomong begitu," ujarnya.

Tak hanya menyoroti korban meninggal, Rustam juga menyinggung penangkapan terhadap sejumlah aktivis. Ia menilai berbagai peristiwa tersebut menjadi bagian dari apa yang disebutnya sebagai bentuk penindasan pada era pemerintahan Jokowi.

"Semenjak rezim Jokowi, kita tahu berapa banyak orang yang meninggal. Dan berapa banyak aktivis yang ditangkap-tangkap, gitu kan? Termasuk juga anak Soekarno ditangkap juga," ungkap Rustam.

"Ini kan luar biasa orang ini. Tapi seolah-olah hari ini merasa orang yang paling bersih, bicaranya seolah-olah seorang negarawan, padahal kan pembohong orang ini. Penipu, pembunuh," lanjut dia.

Rustam juga membawa sejumlah proyek dan janji yang pernah menjadi sorotan publik sebagai alasan kritiknya. Ia menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN), kereta cepat, hingga mobil Esemka dalam pernyataannya..

Baca Juga: Sebut PDI-P Kendaran Tempur dan Jokowi Pilot Sukses, Kader PSI: Sekarang Percuma Kendaraan Canggih tapi Pilotnya Nggak Andal

"Pembohongan apa yang nggak dibohongin dari Jokowi? IKN, kereta cepat, Esemka, kan pembohongan juga. Luar biasa orang ini. Makanya kami aktivis, nasional maupun daerah, berupaya sepakat untuk menghilangkan dinasti Jokowi," tuturnya.