Growthmates, memasuki usia 30 tahun, tubuh mulai mengalami berbagai perubahan. Tak sedikit orang yang merasa lebih cepat lelah, mudah mengantuk, hingga tidak lagi sekuat ketika masih berusia 20-an.
Kondisi tersebut ternyata tidak sepenuhnya hanya soal bertambahnya usia. Dokter Spesialis Gizi Klinik sekaligus Ahli Ilmu Olahraga Klinis, dr. Putri Sakti, Sp.GK, mengatakan tubuh memang secara fisiologis mulai mengalami penurunan massa otot setelah memasuki usia 30 tahun.
“Ketika kita umur 30 tahun ke atas, normalnya, otot kita itu akan turun secara gradual. Itu normal, secara fisiologis,” ungkap dr. Putri, sebagaimana Olenka kutip dari Instagram @roryasyari @room.4improvement, Kamis (16/7/2026).
Meski merupakan proses alami, penurunan massa otot bukan berarti tidak dapat diperlambat. Menurut dr. Putri, perubahan gaya hidup tetap bisa dilakukan untuk menjaga bahkan meningkatkan kembali massa otot, termasuk bagi seseorang yang baru mulai menerapkan pola hidup sehat ketika memasuki usia 40-an.
“Semua itu bisa kita cegah. Misalkan baru memulai di umur 45 dan seterusnya, kita bisa segera reverse habit-nya,” jelasnya.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memastikan kebutuhan protein tercukupi. Asupan protein berperan penting dalam mempertahankan massa otot, terutama ketika tubuh mulai mengalami penurunan massa otot akibat proses penuaan.
“Otot yang pelan-pelan mulai turun kita lawan, misalkan dengan proteinnya harus cukup,” kata dr. Putri.
Menurut dr. Putri, masyarakat juga perlu lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh. Beberapa perubahan yang terlihat sepele bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi atau dukungan fisik yang optimal. Salah satunya adalah rambut yang lebih mudah rontok.
“Rambut gampang rontok bisa jadi indikasi asupan protein kita kurang. Atau vitamin mineral kita kurang,” tuturnya.
Selain rambut rontok, tubuh yang semakin mudah mengantuk dan cepat merasa lelah juga perlu diperhatikan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan rendahnya massa otot.
“Misalkan akhir-akhirnya jadi gampang ngantuk, gampang kerasa ‘jompo’, bisa jadi indikasi memang massa ototnya kurang,” ujar dr. Putri.
Ia menjelaskan, massa otot memiliki fungsi penting dalam menopang tubuh. Ketika massa otot rendah, kemampuan tubuh untuk menopang beban dan melakukan berbagai aktivitas juga dapat menurun sehingga seseorang lebih mudah merasa lelah.
“Kalau massa ototnya rendah, otot itu kan tujuannya untuk menopang tubuh. Jadi kalau dia terlalu kecil, bebannya jadi lebih besar. Sehingga orang ini jadi lebih gampang capek,” jelasnya.