Hanya dalam satu kalimat, Warren Buffett memberikan pelajaran kepemimpinan yang mungkin tidak mudah dilakukan banyak CEO, yaitu seorang pemimpin harus berani mengutamakan kepentingan perusahaan, bahkan ketika itu berarti menyerahkan posisi yang telah dipegang selama puluhan tahun.
Mengacu ke belakang, Buffett mengumumkan bahwa dirinya akan mundur dari posisi CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk para karyawan Berkshire Hathaway dan bahkan Greg Abel, sosok yang telah dipersiapkan sebagai penerusnya.
Buffett memang tidak sepenuhnya meninggalkan perusahaan. Ia tetap akan menjabat sebagai ketua dewan direksi. Namun, keputusan untuk menyerahkan posisi CEO menandai salah satu momen paling penting dalam perjalanan panjang Buffett bersama Berkshire Hathaway.
Pengumuman tersebut terasa mengejutkan mengingat Buffett telah berusia 94 tahun. Banyak orang sebelumnya menduga ia akan tetap memimpin Berkshire selama mungkin, terlebih rekannya, Charlie Munger, mempertahankan posisinya sebagai wakil ketua perusahaan hingga meninggal dunia beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-100. Namun, Buffett memiliki pertimbangan berbeda.
Bukan Semata karena Usia
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Buffett mengakui bahwa sejak memasuki usia 90 tahun, ia mulai merasakan dampak dari pertambahan usia.
Meski demikian, alasan utama di balik keputusannya bukan semata-mata karena faktor usia. Buffett justru menyoroti kualitas sosok yang telah dipilihnya sebagai penerus, yakni Greg Abel, wakil ketua Berkshire Hathaway untuk operasi non-asuransi.
Buffett sebenarnya telah menunjuk Abel sebagai penerusnya sejak 2021. Dengan keputusan tersebut, spekulasi mengenai siapa yang akan menduduki kursi CEO Berkshire pun berakhir, termasuk kemungkinan posisi tersebut diberikan kepada Ajit Jain, wakil ketua yang menangani operasi asuransi.
Empat tahun setelah pengumuman tersebut, Buffett akhirnya memutuskan bahwa waktunya telah tiba.
Menurut Buffett, Abel memiliki kualitas langka yang sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis dan pengelolaan modal.
"Bakat yang benar-benar hebat itu langka. Hal itu langka dalam dunia bisnis. Langka dalam hal alokasi modal. Langka dalam hampir setiap aktivitas manusia yang bisa Anda sebutkan,” tutur Buffett.
Baca Juga: Warren Buffett Punya Cara Sendiri dalam Mendidik Anak, Ini Prinsipnya