Pengamat Kebijakan Politik Gigin Praginanto memberi sindiran menohok buat Presiden Prabowo Subianto yang mengklaim pemerintahannya selalu gerak cepat menangani berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia baru-baru ini.

Gigin mengatakan klaim Prabowo adalah omong kosong yang disampaikan berulang. Nyatanya penanganan bencana Indonesia justru mengalami kemunduran di era Prabowo, semuanya amburadul.

Baca Juga: Amien Rais: Prabowo Tuh Omongannya Galak-galak, tapi Hidup Mati untuk Gurunya yang Nggak Punya Ijazah

“Narsisme kelas berat. Hanya mengaca pada diri sendiri. Dia terus menerus melakukan kebohongan secara terbuka," kata Gigin dilansir Olenka.id Jumat (11/9/2026).

Bukti ketidakbecusan penanganan bencana kata Gigin sangat gamblang terlihat, kehadiran pemerintah untuk para korban bencana nyaris tidak pernah terlihat, itu sebabnya masyarakat korban banjir Sumatera sampai menolak bantuan pemerintah sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan bencana yang mereka hadapi.

Sementara itu penanganan Kebakaran Hutan di Kalimantan, Sumatera dan sejumlah daerah lain kata Gigin juga sangat lambat hingga kebakaran meluas ke mana-mana, begitu juga dengan penanganan bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dimana masyarakat terdampak terkesan ditelantarkan lantaran lambannya bantuan pemerintah.

"Pembakaran hutan di Kalimantan, gempa bumi di NTT. Dia berceloteh telah sukses menjalankan tugas sebagai presiden. Kenyataannya semua serba amburadul!," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penilaiannya mengenai kesiapan pemerintah dalam menghadapi bencana alam.

Hal itu disampaikan Prabowo ketika membuka rapat terbatas secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. 

Rapat tersebut membahas penanganan sejumlah bencana yang terjadi di berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai kemampuan pemerintah merespons bencana kini jauh lebih cepat.

“Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu. Sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu respons kita sangat cepat,” kata Presiden Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Prabowo, pemerintah telah mengerahkan sumber daya nasional untuk menangani sekaligus memulihkan kondisi di wilayah terdampak.

Ia menilai langkah tersebut menjadi gambaran kemampuan pemerintah dalam menghadapi situasi bencana.

“Kita pulihkan keadaan di Aceh, di Sumbar dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil,” terang Prabowo.

Selain bencana hidrometeorologi, Prabowo turut menyoroti kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Ia menyebut penanganan karhutla telah dilakukan secara masif. Meski demikian, Prabowo mengakui masih terdapat keterlambatan dalam penanganan di sejumlah daerah.

Baca Juga: Sesumbar Bilang Erupsi Anak Krakatau Hasil Rekayasa Pembantu Prabowo Dibuat Mingkem Ahli Bencana, Eng-Ing-Eng

Persoalan yang muncul selama proses penanganan bencana diminta tidak kembali terjadi. Prabowo meminta seluruh kendala dicatat dan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah.

“Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan kita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,” ucap Presiden.