Diabetes selama ini identik dengan penyakit usia lanjut. Namun, tren yang terjadi belakangan justru menunjukkan hal berbeda. Kasus gula darah tinggi kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia muda.
Fenomena ini menjadi perhatian para tenaga medis, termasuk Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, yang menyoroti perubahan gaya hidup sebagai faktor utama di balik pergeseran tersebut.
“Seperti yang saya tahu, diabetes itu kan pada usia yang lebih lanjut. Ini sekarang kok akhir-akhir ini cukup banyak ya yang lebih muda kena ‘gula darah tinggi’. Itu mengapa ya?,” ungkap Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (21/4/2026).
Prof. Zubairi kemudian menjelaskan bahwa obesitas menjadi salah satu pemicu paling dominan. Berat badan yang berlebih, terutama yang masuk kategori obesitas, membuat seseorang lebih rentan mengalami diabetes meski masih berusia muda.
“Kalau gemuk banget, itu mudah kena ‘gula darah tinggi’ pada usia muda,” jelasnya.
Selain itu, pola hidup yang kurang aktif juga turut berkontribusi besar. Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa diimbangi aktivitas fisik, seperti yang banyak terjadi pada pekerja kantoran, berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.
Bahkan, menurutnya, gaya hidup sedentari dapat memengaruhi harapan hidup.
“Kalau kita lama duduk, tidak banyak jalan, tidak ada olahraga, itu harapan hidupnya lebih pendek,” tegas Prof. Zubairi.
Dari sisi pola makan, Prof. Zubairi menilai masih banyak masyarakat yang belum memperhatikan keseimbangan nutrisi. Konsumsi sayur dan buah yang minim, ditambah asupan karbohidrat berlebihan serta daging merah terutama yang telah diproses, menjadi kombinasi yang berisiko.
“Makanannya tidak beres, kurang sayur, kurang buah, kebanyakan karbohidrat sama red meat. Apalagi daging yang diproses itu jelek, misalnya sosis itu nggak boleh,” ungkapnya.
Baca Juga: Apa Itu Remisi Diabetes? Bisakah Dilakukan dalam Jangka Panjang? Simak Penjelasan Dokter!