Pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengenai biaya perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo menuai sorotan publik. Pasalnya, Teddy mengatakan bahwa setiap kelebihan anggaran perjalanan dinas tersebut ditanggung secara pribadi oleh Presiden, bukan oleh negara.

Ketika dikonfirmasi oleh media, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, justru mengaku tidak bisa menjawab secara detail terkait dengan hal tersebut. Purbaya memilih untuk mengembalikan permasalahan tersebut kepada Seskab yang lebih dulu memberi pernyataan.

Baca Juga: Demi Rupiah, Menkeu Purbaya dan Gubernur BI Kumpul di DPR, Apa Hasilnya?

"Saya engga bisa jawab pertanyaan itu. Kan Pak Teddy sudah menjelaskan, ya kita pegang pernyataan Pak Teddy," ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (6/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga mengatakan bahwa tak ada aturan khusus mengenai pembebanan kelebihan biaya perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo. Ia justru menganggap suatu hal yang wajar apabila Presiden mengeluarkan uang pribadi untuk menutup biaya perjalanan dinas tersebut.

"Kalau saya punya duit, saya pergi dan misalnya saya nombok apa engga boleh? Secara logika boleh saja kalau mau nombok," tambah Purbaya.

Baca Juga: Momen Purbaya Terheran-Heran Disebut Mundur dari Menkeu: Kelihatannya Betul, tapi Juga Salah

Lebih lanjut, Purbaya memastikan bahwa dalam APBN sudah ada anggaran secara rinci untuk perjalanan dinas kepala negara. Hanya saja, detail anggaran tersebut bersifat rahasia sehingga tidak bisa disampaikan kepada publik.

"Pasti ada anggaran (perjalanan dinas). Anda mau lihat rahasia Presiden? Ya engga boleh, tapi kami tahu angkanya. Coba Anda tanya ke Sesneg kalau mau jawaban yang pasti," tegas Purbaya lagi.