3. Kurang minum air juga bisa menyebabkan lemas

Rasa lelah dan sulit berkonsentrasi juga dapat berkaitan dengan kurangnya asupan cairan. Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar berbagai fungsi fisiologis dapat berjalan dengan baik.

“Dehidrasi juga bisa memicu sakit kepala, rasa lesu, dan sulit berkonsentrasi,” kata Singh.

Karena itu, ketika tubuh terasa lemas pada siang hari, kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan, bukan hanya mencari tambahan kafein.

4. Tidur dan pola makan ternyata saling berkaitan

Tidur dan pola makan sering dianggap sebagai dua hal yang terpisah. Padahal, keduanya dapat saling memengaruhi.

“Kita sering menganggap tidur dan pola makan sebagai dua hal yang terpisah dalam rutinitas harian. Padahal kenyataannya, keduanya saling berkaitan erat,” kata Meenakshi Aggarwal, Ahli Gizi Klinis di MAIINS, Marengo Asia Hospitals, Gurugram.

Menurut Aggarwal, kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi pilihan makanan pada hari berikutnya. Kurang tidur dapat berdampak pada nafsu makan, keinginan mengonsumsi makanan tertentu atau cravings, serta pola makan secara keseluruhan.

“Tidur yang buruk atau kurangnya waktu tidur dapat memengaruhi nafsu makan, keinginan mengonsumsi makanan tertentu (cravings), dan pola makan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung memilih makanan padat energi, karbohidrat olahan, dan sering mengemil, namun lebih sedikit mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh,” jelasnya.

5. Pola makan seimbang penting untuk menjaga energi

Hubungan tersebut juga berlaku sebaliknya. Pola makan yang seimbang dapat membantu tubuh memperoleh berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi normal.

“Pola makan seimbang yang mencakup biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan (termasuk polong-polongan dan biji-bijian), serta protein yang cukup, dapat menyediakan nutrisi yang berperan dalam fungsi otak dan hormon yang normal,” kata Aggarwal.

Makanan berprotein juga dapat menyediakan triptofan, zat yang berperan dalam pembentukan serotonin dan kemudian melatonin. Namun, Aggarwal mengingatkan bahwa yang lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan, bukan hanya mengandalkan satu jenis makanan atau nutrisi tertentu.

6. Kelelahan yang menetap perlu diperiksa

Tidak semua rasa lelah berarti ada masalah kesehatan. Namun, jika kelelahan berlangsung selama berminggu-minggu dan tidak membaik meski sudah tidur cukup serta menjaga pola makan, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa lebih lanjut.

“Jika Anda merasa lelah selama berminggu-minggu, meskipun sudah tidur cukup dan menjalani pola makan sehat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Terkadang, rasa lelah bisa menjadi tanda anemia, masalah tiroid, gangguan kadar gula darah, gangguan tidur, atau penyakit tersembunyi lainnya,” ujar Singh.

Dengan demikian, tidur delapan jam memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seseorang akan bangun dengan tubuh yang segar.

Seperti dikatakan Parveen, “Tidur yang berkualitas itu penting, namun bangun dengan tubuh yang segar bergantung pada kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, bukan hanya pada berapa lama waktu yang Anda habiskan di tempat tidur”.

Jadi, jika sudah tidur delapan jam tetapi tubuh masih terasa lelah, coba lihat kembali gambaran besarnya. Pola makan, kecukupan cairan, kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, hingga kondisi kesehatan tertentu semuanya dapat berperan terhadap tingkat energi sepanjang hari.

Baca Juga: Makan Malam Sebelum Tidur, Berapa Jam Jarak yang Ideal? Ini Kata Dokter