dr. Tirta lantas menuturkan, orang yang ingin meningkatkan asupan kalori, misalnya untuk kebutuhan bulking, juga tetap perlu memperhatikan keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik.

Ada dua pilihan yang dapat dilakukan, yakni meningkatkan aktivitas fisik atau mengurangi konsumsi minuman manis.

“Kalau kamu memang pengen makan banyak, bulking, kamu cuma punya dua pilihan. Yaitu, kamu meningkatkan aktivitas fisik dengan cara olahraga. Atau yang kedua, kamu membatasi minuman manis,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Tirta kemudian menyoroti kebiasaan sebagian anak muda yang menjalani aktivitas sehari-hari dengan mobilitas fisik yang minim.

Rutinitas seperti bekerja di depan laptop dalam waktu lama, berada di ruangan ber-AC, kemudian mengonsumsi berbagai minuman manis dan makanan dalam porsi besar dapat membuat asupan energi tidak seimbang dengan energi yang dikeluarkan tubuh.

“Nah, yang jadi masalah itu ada orang, anak muda, cuma ngedit, kerja, bangun tidur, kerjanya cuma di laptop, kena AC, terus minumnya dia kopi susu gula aren, dengan teh manis dalam kemasan, nasinya dua porsi,” kata dr. Tirta.

Karena itu, ia mengingatkan agar kebiasaan konsumsi sehari-hari mulai diperhatikan sejak usia muda. Menurutnya, pola hidup yang minim aktivitas fisik tetapi tinggi asupan gula dan kalori dapat memberikan dampak dalam jangka panjang.

“Ya jangan salahin kalau kamu usia 40 sudan hiperglicemia,” tandasnya.

Baca Juga: Masih Merokok Meski Rajin Olahraga? Ini Pesan Penting dari Dokter Tirta