Growthmates, konsumsi makanan dan minuman manis masih menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Namun, terlalu banyak asupan gula tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menjadi persoalan bagi kesehatan.

Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengatur konsumsi gula sesuai dengan kebutuhan dan metabolisme tubuh masing-masing.

Menurut dr. Tirta, kebutuhan gula setiap orang tidak bisa disamaratakan. Tingkat aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika menentukan seberapa banyak gula yang dikonsumsi dalam sehari.

“Gula itu memang harus dikontrol. Gula itu harus dikontrol konsumsinya. Disesuaikan dengan metabolisme harian per orang. Itu yang teman-teman harus tahu,” tutur dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya @dr.tirta, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, orang yang memiliki aktivitas fisik rendah atau cenderung banyak menghabiskan waktu dengan duduk membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan gula. Sebaliknya, seseorang yang aktif secara fisik memiliki kebutuhan energi yang berbeda.

“Jadi, ada orang yang mager, itu ya otomatis konsumsi gula hariannya harus lebih sedikit dibandingkan orang yang aktif secara fisik,” katanya.

dr. Tirta juga mengingatkan bahwa gula tidak hanya berasal dari makanan yang secara langsung terasa manis.

Menurutnya, asupan gula dapat berasal dari berbagai jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih asupan.

“Dan gula itu banyak sumbernya. Dari minuman bisa, dari makanan bisa. Oleh karena itu, kamu harus memilih,” tutur dr. Tirta.

Baca Juga: Memaksakan Olahraga saat Sakit Bisa Berbahaya, Ini Penjelasan Dokter Tirta