2. Mengurangi Risiko Timbulnya Kanker

Manfaat lain dari teh hijau adalah potensinya dalam membantu menurunkan risiko kanker. Hingga kini, lebih dari 5.000 penelitian telah dilakukan untuk mengkaji hubungan antara teh hijau dan kanker, mulai dari uji klinis pada manusia, studi populasi, hingga penelitian laboratorium.

Berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa polifenol dan senyawa bioaktif lain dalam teh hijau berpotensi membantu mencegah sejumlah jenis kanker, termasuk kanker payudara, kolorektal, hati, ovarium, prostat, mulut, dan kulit.

"Beberapa penelitian berbasis populasi menunjukkan bahwa teh hijau dan teh hitam membantu melindungi tubuh dari kanker. Beberapa penelitian klinis awal menunjukkan bahwa polifenol dalam teh—terutama epigallocatechin gallate (EGCG)—dapat berperan penting dalam pencegahan kanker. Para peneliti juga percaya bahwa polifenol membantu membunuh sel kanker dan dapat melindungi sel sehat dari bahaya penyebab kanker," ujar Katherine Brooking MS, RD, seorang ahli diet terdaftar yang berbasis di New York.

3. Baik untuk Otak

Bagi yang ingin menjaga fungsi otak tetap optimal seiring bertambahnya usia, teh hijau bisa menjadi salah satu pilihan minuman yang layak dipertimbangkan.

Dalam sebuah uji klinis acak tersamar ganda yang dipublikasikan di Journal of Medicinal Food, peserta yang mengonsumsi suplemen harian berisi ekstrak teh hijau dan L-theanine dari teh mengalami perbaikan pada gangguan kognitif ringan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan daya ingat, perhatian, dan kewaspadaan dibandingkan kelompok plasebo.

Baca Juga: 5 Teh Herbal yang Ampuh Bantu Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan dalam Frontiers in Aging Neuroscience menemukan bahwa teh hijau dapat membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi eksekutif pada orang dewasa lanjut usia, sekaligus membantu mengurangi stres oksidatif.

4. Mengurangi Peradangan

Rutin mengonsumsi teh hijau juga dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Mengutip Eating Well, peradangan sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan kronis yang berisiko memicu berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, hingga kanker.

Teh hijau mengandung banyak polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut membantu tubuh mengelola peradangan dengan lebih baik.

Hal ini didukung oleh studi tahun 2022 yang melibatkan 40 peserta di Ohio State University. Penelitian tersebut menemukan bahwa ekstrak teh hijau mampu menurunkan kadar gula darah sekaligus mengurangi peradangan dan permeabilitas usus, baik pada individu sehat maupun mereka yang mengalami sindrom metabolik.