Teh hijau telah lama menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi karena cita rasanya yang khas dan manfaat kesehatannya. Berasal dari tanaman Camellia sinensis, teh ini diolah dengan cara mengukus daun teh segera setelah dipanen untuk mencegah proses fermentasi, sehingga warna hijaunya tetap terjaga.
Tak hanya menyegarkan, teh hijau juga dikenal kaya akan senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat membantu meningkatkan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari menjaga fungsi otak hingga mendukung pengendalian kadar gula darah.
Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, deretan manfaat dari teh hijau bila rutin dikonsumsi setiap hari bagi tubuh.
Baca Juga: Ini 3 Manfaat Rutin Minum Teh yang Wajib Diketahui Wanita, Intip Yuk!
1. Meningkatkan Kesehatan Kulit
Teh hijau diketahui memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Mengutip Eat This Not That, sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan bahwa kandungan polifenol dalam teh hijau dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar UVB yang berkaitan dengan risiko kanker kulit melanoma maupun nonmelanoma. Manfaat tersebut terlihat baik saat digunakan secara topikal maupun dikonsumsi secara oral.
Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 2012, konsumsi suplemen teh hijau disebut dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat, rosacea, serta komplikasi kulit lainnya.
2. Mengurangi Risiko Timbulnya Kanker
Manfaat lain dari teh hijau adalah potensinya dalam membantu menurunkan risiko kanker. Hingga kini, lebih dari 5.000 penelitian telah dilakukan untuk mengkaji hubungan antara teh hijau dan kanker, mulai dari uji klinis pada manusia, studi populasi, hingga penelitian laboratorium.
Berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa polifenol dan senyawa bioaktif lain dalam teh hijau berpotensi membantu mencegah sejumlah jenis kanker, termasuk kanker payudara, kolorektal, hati, ovarium, prostat, mulut, dan kulit.
"Beberapa penelitian berbasis populasi menunjukkan bahwa teh hijau dan teh hitam membantu melindungi tubuh dari kanker. Beberapa penelitian klinis awal menunjukkan bahwa polifenol dalam teh—terutama epigallocatechin gallate (EGCG)—dapat berperan penting dalam pencegahan kanker. Para peneliti juga percaya bahwa polifenol membantu membunuh sel kanker dan dapat melindungi sel sehat dari bahaya penyebab kanker," ujar Katherine Brooking MS, RD, seorang ahli diet terdaftar yang berbasis di New York.
3. Baik untuk Otak
Bagi yang ingin menjaga fungsi otak tetap optimal seiring bertambahnya usia, teh hijau bisa menjadi salah satu pilihan minuman yang layak dipertimbangkan.
Dalam sebuah uji klinis acak tersamar ganda yang dipublikasikan di Journal of Medicinal Food, peserta yang mengonsumsi suplemen harian berisi ekstrak teh hijau dan L-theanine dari teh mengalami perbaikan pada gangguan kognitif ringan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan daya ingat, perhatian, dan kewaspadaan dibandingkan kelompok plasebo.
Baca Juga: 5 Teh Herbal yang Ampuh Bantu Menurunkan Kolesterol Secara Alami
Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan dalam Frontiers in Aging Neuroscience menemukan bahwa teh hijau dapat membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi eksekutif pada orang dewasa lanjut usia, sekaligus membantu mengurangi stres oksidatif.
4. Mengurangi Peradangan
Rutin mengonsumsi teh hijau juga dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Mengutip Eating Well, peradangan sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan kronis yang berisiko memicu berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, hingga kanker.
Teh hijau mengandung banyak polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut membantu tubuh mengelola peradangan dengan lebih baik.
Hal ini didukung oleh studi tahun 2022 yang melibatkan 40 peserta di Ohio State University. Penelitian tersebut menemukan bahwa ekstrak teh hijau mampu menurunkan kadar gula darah sekaligus mengurangi peradangan dan permeabilitas usus, baik pada individu sehat maupun mereka yang mengalami sindrom metabolik.
5. Mencegah Diabetes Tipe 2
Teh hijau juga berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung melalui dukungannya terhadap kadar kolesterol yang sehat. Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minuman ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Salah satunya adalah penelitian tahun 2018 yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association. Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi teh dapat memperlambat penurunan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau kolesterol "baik" yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia. Selain itu, teh juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol "jahat".
Para peneliti menduga bahwa manfaat tersebut berasal dari kandungan katekin, yakni salah satu jenis antioksidan yang banyak ditemukan dalam teh hijau.
Baca Juga: 6 Manfaat Mengejutkan Minum Teh Jahe-Kunyit di Pagi Hari
6. Membantu Pencernaan
Teh hijau dapat membantu meredakan berbagai keluhan pada sistem pencernaan, termasuk kembung yang disebabkan oleh penumpukan gas di dalam usus.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Microbiology & Immunology, sebanyak 10 relawan yang sebelumnya tidak rutin mengonsumsi teh hijau diminta meminumnya selama 10 hari, kemudian berhenti selama tujuh hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Bifidobacteria, yaitu salah satu jenis bakteri baik di usus, meningkat seiring konsumsi teh hijau. Temuan ini mengindikasikan bahwa teh hijau dapat berperan sebagai prebiotik yang membantu menciptakan lingkungan usus yang lebih sehat.