Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengabarkan jika Presiden Prabowo Subianto akan  mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya kondisi fisik bangunan sekolah dengan menargetkan 100.000 sekolah pada tahun 2027.

Ia mengatakan jika Kepala Negara menginginkan seluruh sekolah di Indonesia mendapat perbaikan paling lambat dalam 2 tahun ke depan.

Baca Juga: Erosi HAM Terparah Terjadi di Rezim Prabowo, Rakyat Masih Bisa Tertawa, Tetapi Tertawa Kecut!

"Tahun depan kita berharap itu bisa sampai di 100.000 (sekolah), sehingga dalam 2 tahun ke depan paling lama semua sekolah kita harus sudah diperbaiki. Itu dari sisi fisik sekolahnya," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Sindiran 'Londo Ireng' Prabowo Diam-Diam Mengarah ke Jokowi

Lanjutnya, ia mengatakan komitmen pemerintah dalam memperbaiki sektor pendidikan akan disampaikan langsung Prabowo dalam nota keuangan dan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027.

Menurutnya, perhatian Kepala Negara terhadap perbaikan fasilitas pendidikan telah ditunjukkan sejak awal pemerintahannya, salah satunya melalui program revitalisasi sekolah.

Baca Juga: Akademisi Dukung Program Kampung Nelayan Merah Putih Prabowo

Tercatat, pada tahun 2026, pemerintah awalnya mengalokasikan perbaikan untuk 17.000 sekolah. Namun, setelah menerima laporan dan data terbaru, Prabowo kemudian menginstruksikan penambahan jumlah sekolah yang diperbaiki.

Karena itu, pemerintah pun menambah 60.000 lokasi sokal untuk diperbaiki sepanjang tahun 2026. "Jadi kurang lebih tahun ini kita akan bisa selesaikan hampir mendekati 80.000," urainya.

Lebih lanjut, ia mengatakan peningkatan perbaikan ini dimungkinkan melalui penyisiran anggaran secara berkelanjutan. 

"Ini juga akibat dari keberhasilan kita terus menerus melakukan penyisiran terhadap anggaran-anggaran yang memang dirasa kurang produktif untuk direalokasi ke program-program yang jauh lebih berdampak," tukasnya.