Pengamat politik Rocky Gerung menilai istilah “Londo Ireng” yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pidatonya merupakan sindiran yang diam-diam mengarah kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Rocky mengaitkan istilah tersebut dengan dinamika politik antara Jokowi, PDIP, serta proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Menurut Rocky, istilah Londo Ireng yang digunakan Prabowo memiliki konteks politik tertentu. Dalam tradisi Jawa, Londo Ireng secara harfiah berarti “Belanda hitam” dan dahulu digunakan untuk menyebut orang pribumi yang berpihak atau bekerja untuk kepentingan kolonial Belanda.
Baca Juga: Getol Serang Gibran, Denny Indrayana Kena Cap Londo Ireng: Dia Itu Proksi Antek Asing!
Istilah tersebut kemudian berkembang dengan konotasi negatif karena dikaitkan dengan sikap berpihak kepada kepentingan asing dan dianggap berlawanan dengan perjuangan rakyat.
"Kita mesti katakan diam-diam sebetulnya yang disebut Londo Ireng adalah sindiran Presiden Prabowo terhadap Jokowi yang jadi pengkhianat PDIP," ujar Rocky dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Rabu (12/8/2026).
Rocky menghubungkan pandangannya dengan keputusan politik Jokowi menjelang Pilpres 2024. Saat itu, Jokowi tidak mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang diusung PDIP, melainkan memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran.
Hubungan Jokowi dengan PDIP kemudian semakin merenggang. PDIP secara resmi menyatakan Jokowi melakukan pelanggaran berat terhadap AD/ART partai dan menilai sikap politiknya tidak lagi sejalan dengan keputusan partai.
Selain persoalan dengan PDIP, Rocky juga menyinggung polemik pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden.
Pencalonan Gibran menjadi kontroversi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan terhadap batas usia calon presiden dan wakil presiden melalui Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Putusan tersebut saat itu dipimpin Anwar Usman yang merupakan adik ipar Jokowi.
Putusan itu kemudian menuai kritik dan tudingan adanya konflik kepentingan serta nepotisme. Anwar Usman sendiri akhirnya dicopot dari jabatan Ketua MK oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) karena dinilai melakukan pelanggaran etik berat terkait perkara tersebut.
Sementara itu, istilah Londo Ireng sebelumnya digunakan Prabowo dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung masih adanya orang Indonesia yang lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain dibandingkan kepentingan Indonesia.
"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," kata Prabowo.
Prabowo tidak menyebut nama tokoh tertentu ketika menyampaikan pernyataan tersebut. Ia juga memperluas sindirannya kepada sejumlah kelompok, termasuk wartawan, jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
"Harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?" ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi bahan tafsir di ruang publik. Rocky Gerung termasuk pihak yang mengaitkan istilah tersebut dengan Jokowi, meski Prabowo sendiri tidak secara eksplisit menyebut nama Presiden ke-7 RI itu dalam pidatonya.