Di sisi lain, Priscilla Anais mengajak peserta melihat networking dari perspektif yang lebih luas.

Melalui materi ‘Network to Net-Worth: Turning Relationships Into Business Growth’, ia menekankan bahwa membangun jaringan bukan sekadar memperbanyak jumlah kenalan atau kontak, melainkan menciptakan hubungan yang autentik dan memiliki nilai bagi kedua pihak.

“Networking bukan sekadar menambah kenalan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun relationship secara intentional, memahami value yang kita punya, dan menciptakan manfaat bersama,” kata Priscilla.

Menurut Priscilla, kemampuan membangun jaringan juga tidak harus selalu dikaitkan dengan karakter seseorang yang ekstrovert.

Relasi yang bermakna dapat tumbuh melalui percakapan personal, komunitas, maupun lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan bidang usaha.

Bagi perempuan wirausaha, jaringan yang tepat dapat menjadi sumber pengetahuan, perspektif baru, peluang kolaborasi, hingga akses menuju pasar yang lebih luas.

Karena itu, pelaku usaha perlu memahami value yang dapat mereka tawarkan kepada pihak lain, baik berupa pengalaman, keahlian, komunitas, maupun akses terhadap target pasar.

“Setiap orang punya value yang bisa dibawa ke dalam sebuah relationship. Jadi, networking seharusnya bukan hanya tentang apa yang bisa kita dapatkan, tetapi juga apa yang bisa kita berikan,” ujar Priscilla.

Pendekatan tersebut memungkinkan kolaborasi dibangun berdasarkan prinsip win-win, bukan semata-mata mengejar keuntungan dari satu pihak.

Partnership pun tidak harus selalu dimulai dalam skala besar. Hubungan bisnis dapat berkembang secara bertahap sesuai kebutuhan, kapasitas, dan kecocokan masing-masing pihak.

Dalam membangun jaringan, kemampuan menentukan prioritas juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Tidak semua peluang harus diambil dan tidak semua relasi perlu dikejar.

Dengan mempertimbangkan relevansi, kapasitas, manfaat, serta momentum yang tepat, networking dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan bisnis yang sehat tanpa mengorbankan waktu dan energi secara berlebihan.

Nah Growthmates, sesi kelima ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Sequis SHEPRENEUR Learning. Melalui pembelajaran mengenai pengelolaan dan perlindungan finansial serta pembangunan relasi yang bermakna, para peserta diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha.

Pembekalan tersebut juga diharapkan dapat mendorong perempuan wirausaha untuk terus belajar, mengambil keputusan secara lebih bijak, menjaga fondasi yang telah dibangun, serta memanfaatkan jaringan secara strategis untuk membuka peluang pertumbuhan baru.

Dengan fondasi finansial yang lebih kuat dan relasi yang lebih bermakna, perjalanan membangun bisnis pun dapat dilakukan dengan lebih percaya diri dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sequis SHEPRENEUR Bekali Pelaku Usaha Perempuan Kelola Keuangan dan Bangun Personal Branding