PT Asuransi Jiwa Sequis Life kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus memberdayakan perempuan pelaku usaha melalui Sequis SHEPRENEUR Learning Series.
Memasuki sesi pembelajaran tahap kedua yang digelar pada 28 Juli 2026, para peserta mendapatkan bekal penting mengenai perlindungan data pribadi serta strategi memanfaatkan creator economy untuk memperluas bisnis di era digital.
Mengusung tema ‘Protect Your Data, Protect Your Future’ dan "The Creator Economy Playbook for Brands", kegiatan ini menghadirkan Data Protection Officer Sequis Life, Atika Rahma, serta Entrepreneur Professional Consultant, Trisnia Anchali Kardia.
Kedua materi tersebut dirancang untuk membantu para SHEPRENEUR membangun bisnis yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dalam sesi literasi keuangan, Atika Rahma menegaskan bahwa perlindungan data pribadi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perlindungan finansial.
Menurutnya, data bukan lagi sekadar informasi, tetapi telah berkembang menjadi aset bernilai ekonomi yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 235 juta orang atau sekitar 81,72 persen dari total populasi.
Di sisi lain, pada kuartal III 2025 tercatat sekitar 944 ribu akun terdampak kebocoran data, dengan estimasi kerugian akibat kejahatan siber dan kebocoran data mencapai lebih dari Rp9 triliun.
Meningkatnya aktivitas digital membuat pelaku usaha menghadapi risiko yang semakin kompleks, mulai dari pencurian data, penipuan digital, hingga penyalahgunaan identitas yang dapat berdampak pada kerugian finansial, hilangnya kepercayaan pelanggan, hingga rusaknya reputasi bisnis.
"Keamanan data menjadi isu yang tidak boleh diabaikan. Pelaku usaha perlu memahami risiko serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola data guna melindungi data pribadi maupun data pelanggan, mitra bisnis dan vendor. Data tersebut dapat mencakup identitas, data finansial, data kesehatan, hingga data biometrik," terang Atika.
Atika juga mendorong para peserta menjadikan perlindungan data sebagai bagian dari praktik bisnis sehari-hari. Langkah tersebut dimulai dari mengumpulkan data hanya sesuai kebutuhan, membatasi akses terhadap data, hingga memastikan data digunakan sesuai persetujuan pemiliknya.
Baca Juga: Sequis SHEPRENEUR Bekali 60 Wirausaha Perempuan dengan Literasi Keuangan dan Manajemen Bisnis