Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika turut menyoroti pencopotan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dalam reshuffle kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini. 

Menurut Pasek pencopotan Listyo yang kini diberi jabatan  Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) merupakan upaya Presiden Prabowo untuk melemahkan pengaruh Joko Widodo (Jokowi) di pemerintahan sekarang ini. Kaki tangan Jokowi yang selama ini masih bercokol di pemerintahan mulai diamputasi pelan-pelan. 

Baca Juga: Benarkah Prabowo Sengaja ‘Membuang’ Listyo Sigit di KSP?

“Dinaikkan untuk dininabobokan. Bahkan untuk Listyo Sigit, kurang dari 24 jam sejak diganti, 19 pasukan inti pemegang teritorialnya dirotasi tanpa sempat konsolidasi ulang,” kata Pasek kepada wartawan Selasa (6/10/2026).

Pasek mengatakan, perombakan struktur Polri setelah Prabowo mengisolasi Listyo merupakan langkah Prabowo yang ingin tampil sebagai matahari tunggal. Selama ini pemerintahan Prabowo dinilai berjalan dengan dua matahari kembar lantaran banyaknya orang-orang Jokowi di pemerintahan yang memberi pengaruh besar. 

“Kondisi ini juga berdampak pada posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Peran Gibran makin tereduksi menjadi sekadar aksesoris kekuasaan. Akibatnya, Gibran terpaksa mencari celah manuver sendiri di tengah isu persyaratan pencalonan yang terus digugat,” tegasnya. 

Meski demikian, Pasek mengingatkan bahwa kekuatan politik “Jokowisme” tidak mudah dipatahkan. Rekam jejak kemenangan politik yang panjang masih menjadi modal penting.

Baca Juga: Minta MK Segera Pecat Gibran, Buni Yani: Terbukti Dia Anak Haram Konstitusi

"Kemelut bola liar akan bisa mengubah banyak hal. Akan tetap menarik ke depannya permainan puzzle politik ini, bisa makin melebar bisa juga malah terjadi kompromi,” pungkasnya.