Tokoh pergerakan Syahganda Nainggolan mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dapat memberi kompensasi kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jika Gibran Rakabuming Raka benar-benar lengser dari posisi Wakil Presiden. Dia mengatakan, Prabowo bisa menawarkan jatah tiga kursi menteri ke PSI yang merupakan salah satu partai pendukung Gibran itu.  

Usulan ini disampaikan Syahganda Nainggolan saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun dalam saluran Youtube Refly Harun pada 3 Oktober 2026.

Baca Juga: Minta MK Segera Pecat Gibran, Buni Yani: Terbukti Dia Anak Haram Konstitusi

Jika skema tukar guling ini benar terjadi  Syahganda bahkan menyarankan agar PSI menunjuk ketua umumnya Kaesang Pangarep yang merupakan adik Gibran untuk menjadi salah satu menteri di Kabinet Merah Putih. 

Dia menyebut posisi paling pas buat Gibran adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan posisi  Erick Thohir. 

"Kalau Prabowo memikirkan itu dalam konteks konsesi, dihargai saja satu kursi wapres itu berapa menteri. Kan boleh dong PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dikasih kompensasi dari hilangnya posisi wapres, misalnya ditambah tiga menteri," kata Syahganda dilansir Selasa (6/10/2026).

Terlepas dari polemik ijazah SMA yang sedang dipersoalkan di Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini, Gibran kata  Syahganda memang sangat layak diganti, ada banyak alasan yang melatarbelakangi.

Syahganda kemudian membandingkan Gibran dengan Wapres terdahulu yang memang di isi oleh tokoh-tokoh besar seperti Jusuf Kalla saat mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono serta Boediono. Menurut dia, kedua tokoh tersebut memiliki pembagian tugas yang lebih jelas dengan presiden.

Syahganda juga menilai Prabowo tengah menjalankan perubahan arah kebijakan ekonomi atau shifting paradigm. Karena itu, menurut dia, presiden membutuhkan wakil yang dapat membagi tugas pemerintahan secara efektif.

Baca Juga: Mas Gibran Tolong Hentikan Agenda Jahatmu, Sesekali Jadilah Berguna!

"Ini wapres tidak bekerja. Untuk sekadar gunting pita dalam proyek-proyek besar saja, seorang wapres itu harus punya wibawa. Ini wapresnya tidak ada wibawa. Makanya saya bilang, sudah saatnya wapres Gibran ini diganti. Anda itu sudah tidak pantas, jelas cacat ijazah, cacat konstitusi, dan lain-lain," pungkasnya.