Kondisi skoliosis atau kelainan pada tulang belakang yang melengkung ke samping secara tidak normal, membentuk huruf "S" atau "C" kerap membuat penderitanya ragu untuk berolahraga, terutama latihan fisik seperti gym. Padahal, aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kekuatan otot dan membantu memperbaiki postur tubuh, selama dilakukan dengan cara yang tepat.

Skoliosis merupakan kondisi kelengkungan tulang belakang yang menyebabkan ketidakseimbangan otot. Pada bagian yang cekung, otot cenderung kaku, sementara di sisi yang cembung justru lebih lemah. Karena itu, olahraga yang dilakukan perlu berfokus pada peregangan dan penguatan secara seimbang.

Menurut dr. Ibrahim Agung, Sp.KFR (Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi), latihan yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas tulang belakang pada penderita skoliosis ringan.

“Prinsipnya adalah menyeimbangkan otot, melakukan stretching pada bagian yang kaku dan strengthening pada bagian yang lemah,” jelasnya.

Baca Juga: Rekomendasi Area Olahraga Outdoor di Jakarta, dari Latihan hingga Healing

Berikut beberapa rekomendasi olahraga yang aman untuk penderita skoliosis:

1. Latihan Penguatan Punggung

Gerakan seperti pull-up, rowing, atau table row dapat membantu memperkuat otot punggung sebagai penopang utama tulang belakang. Pada penderita skoliosis, kekuatan otot punggung penting untuk menjaga kestabilan dan mencegah kelengkungan semakin memburuk.

Dengan otot yang lebih kuat, beban pada tulang belakang dapat terdistribusi lebih baik. Latihan ini juga berperan dalam memperbaiki postur tubuh secara bertahap. Namun, penting untuk memperhatikan teknik dan menghindari beban berlebihan.

2. Hanging atau Bergelantungan

Latihan bergelantungan dapat memberikan efek peregangan alami pada tulang belakang. Saat tubuh menggantung, gaya gravitasi membantu menarik tulang belakang ke bawah sehingga memberi ruang antar ruas tulang.

Baca Juga: 5 Pemilik Klub Olahraga Terkaya di Indonesia

Hal ini dapat membantu mengurangi tekanan dan meredakan ketegangan pada punggung. Jika dilakukan secara rutin dengan durasi yang sesuai, latihan ini juga dapat meningkatkan fleksibilitas. Meski terlihat sederhana, latihan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap.

3. Latihan Otot Dada (Chest)

Selain punggung, otot dada berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh. Menguatkan otot dada membantu menyeimbangkan kerja otot bagian depan dan belakang, sehingga postur menjadi lebih stabil. Pada penderita skoliosis, ketidakseimbangan otot sering membuat tubuh condong ke satu sisi.

Latihan seperti chest press atau push-up dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut secara bertahap. Namun, latihan harus dilakukan dengan kontrol yang baik agar tidak memberi tekanan berlebih pada tulang belakang.

4. Stretching Terarah

Peregangan merupakan bagian penting untuk mengurangi kekakuan otot pada penderita skoliosis. Otot yang tegang, terutama pada sisi tertentu akibat kelengkungan tulang belakang, perlu diregangkan agar lebih fleksibel. Salah satu gerakan yang dapat dilakukan adalah posisi seperti sujud, kemudian tubuh digerakkan perlahan ke arah sisi yang cembung dan ditahan beberapa detik.

Gerakan ini membantu memperbaiki keseimbangan otot sekaligus meningkatkan kenyamanan pada punggung. Jika dilakukan rutin, stretching juga dapat membantu mengurangi nyeri.

5. Renang

Renang merupakan olahraga yang direkomendasikan bagi penderita skoliosis karena bersifat low impact. Di dalam air, tubuh menjadi lebih ringan sehingga tekanan pada tulang belakang berkurang.

Selain itu, hampir seluruh otot tubuh bekerja saat berenang, termasuk otot punggung, bahu, dan inti. Hal ini membantu meningkatkan kekuatan dan koordinasi tubuh secara keseluruhan, sekaligus menjaga keseimbangan postur dengan risiko cedera yang relatif rendah.

Meski olahraga dianjurkan, penderita skoliosis tetap perlu berhati-hati dan menghindari latihan yang terlalu berat. Konsultasi dengan dokter atau fisioterapis disarankan agar program latihan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Pada akhirnya, skoliosis bukan alasan untuk berhenti beraktivitas. Dengan olahraga yang tepat dan dilakukan secara konsisten, penderita tetap dapat menjalani gaya hidup aktif sekaligus menjaga kesehatan tulang belakang.