Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin selektif dalam mengatur pengeluaran, wisatawan domestik dinilai tetap memprioritaskan perjalanan yang sepadan antara segi pengeluaran dan pengalaman yang didapat.
RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terbesar di Asia Tenggara, menilai Yogyakarta sebagai salah satu destinasi tahan banting di tengah dinamika ekonomi karena menawarkan perpaduan budaya, kuliner, dan budaya lokal dengan biaya perjalanan yang relatif terjangkau.
Seiring tren wisata yang semakin berorientasi pada pengalaman, wisatawan kini tidak hanya mencari tempat untuk berlibur, tetapi juga pengalaman yang lebih autentik dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
“Yogyakarta memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya yang relatif terjangkau. Mulai dari budaya, wisata sejarah, hingga kuliner lokal, semuanya membuat wisatawan domestik terus kembali berkunjung ke Jogja,” ujar Ovaldo Sanjaya, General Manager Area East & Bali RedDoorz seperti dikutip, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: RedDoorz Gelar Program Kuliah Praktisi
Kondisi tersebut juga tercermin dari data pariwisata Yogyakarta yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2025, terdapat 40,6 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan 102.817 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi DIY. Tren positif ini terus berlanjut pada Kuartal I-2026, jumlah wisnus ke Jogja sudah menembus 10,4 juta kunjungan. Catatan ini melengkapi performa solid pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mencatatkan 10,2 juta kunjungan (YoY).
Sepanjang 2025, Yogyakarta menjadi salah satu kota tier-1 RedDoorz dengan lebih dari 445.000 pemesanan sepanjang tahun. Tren positif ini berlanjut pada momen libur lebaran 2026, dimana tingkat okupansi properti RedDoorz di seluruh Yogyakarta mencapai 55%, naik 91% secara tahunan (YoY).