Bongkar pasang jabatan di kabinet merah putih sudah berkali-kali dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Terlepas dari tujuan politis, perubahan formasi kabinet pada hakikatnya adalah untuk menggenjot performa pemerintah.

Kendati perombakan kabinet kerap dilakukan Presiden Prabowo, namun dalam perjalanan pemerintahan yang masih seumur jagung itu beberapa pejabat justru memilih mundur secara sukarela dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi. Berikut deretan pejabat yang mengundurkan diri di era Prabowo: 

Satryo Soemantri Brodjonegoro

Satryo Soemantri Brodjonegoro menjadi satu-satunya menteri di Kabinet Merah Putih yang mengundurkan diri. Ia memutuskan melepas jabatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) yang baru ia emban selama empat bulan. 

Baca Juga: Mulai Dikuliti, Benarkah Nanik Deyang Terlibat Korupsi MBG?

Posisinya kemudian digantikan oleh Brian Yuliarto yang dilantik Prabowo di Istana Negara pada 19 Februari 2025. 

Satryo Soemantri Brodjonegoro memilih hengkang secara terhormat lantaran dia merasa kinerjanya selama empat bulan menjabat masih jauh dari harapan pemerinta. Ia memilih mundur ketimbang pasrah menunggu surat pemecatan dari Istana. 

Nanik S Deyang

Selain menteri, ada pula pejabat setara menteri yang memilih meletakan jabatannya secara sukarela salah satunya adalah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. Ia memilih mundur setelah 45 hari kerja. Nanik ketika itu didapuk menduduki jabatan itu menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat masalah korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Nanik memilih mundur karena alasan kesehatan, dia mengaku sekarang ini kerap bolak balik ke luar negeri untuk pengobatan sakit jantung. Untuk itu Nanik secara resmi meletakan jabatannya pada 22 juli 2026. Di hari yang sama, Presiden Prabowo melantik Sudaryono sebagai kepala BGN baru. 

Gus Miftah

Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah menjadi pejabat pertama di era pemerintahan Prabowo yang mengundurkan diri. Pemuka agama nyentrik itu sebelumnya didapuk menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Gus Miftah resmi mengundurkan diri pada pada 6 Desember 2024 setelah menjabat selama 45 hari, alasan pengunduran dirinya adalah sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah dirinya mendapat kritik tajam dari publik akibat sebuah video viral. Dalam video acara selawat di Magelang tersebut, ia kedapatan mengolok-olok seorang pedagang es teh keliling.

Pejabat Keuangan 

Selain pejabat di Kabinet Merah Putih, pengunduran diri juga terjadi di berbagai lembaga lain, salah satu yang paling menyita perhatian adalah pengunduran diri pejabat-pejabat di bidang keuangan di tengah gejolak global yang terjadi belakangan ini. 

Pengunduran Diri Massal Pejabat BEI dan OJK 

Pengunduran diri pejabat bursa efek dan pejabat OJK dalam waktu yang hampir bersamaan pada awal 2026 lalu menjadi salah satu aksi pengunduran diri berjamaah yang paling menyita perhatian publik Tanah Air. 

Pengunduran diri para pejabat itu melibatkan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon I.B. Aditya Jayaantara. 

Perry Warjiyo

Perry Warjiyo memutuskan meletakan jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), pengunduran diri itu dilakukan pada Minggu (27/7/2026) namun baru diumumkan sehari setelahnya setelah Istana menerima surat pengunduran diri tersebut. 

Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

Baca Juga: Alasan Perry Warjiyo Mengundurkan Diri Dari Gubernur Bank Indonesia

Perry telah menjabat posisi Gubernur BI sejak 23 Mei 2018 untuk menggantikan Agus Martowardojo. Ia kemudian kembali dilantik untuk menduduki jabatannya yang sama pada 24 Mei 2023.