Sisi Kreatif Emil Dardak
Dikutip dari Kompas.com, di luar dunia pemerintahan Emil dikenal memiliki minat besar pada musik. Ia pernah merilis album bertajuk ‘Emil’ pada 2009 di bawah label Demajors.
Salah satu lagu yang ia populerkan kembali adalah ‘Sesaat Kau Hadir’, yang sebelumnya dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa.
Selain itu, Emil juga menciptakan lagu-lagu seperti ‘Dialah’ dan ‘Bidadariku’ yang terinspirasi dari kisah cintanya dengan sang istri. Lagu-lagu tersebut dikerjakan bersama trio produser Laleilmanino.
Ia juga pernah tampil bersama grup musik Kahitna dalam Jazz Traffic Festival 2024 dan merilis lagu ‘Hidup Adalah Perjuangan’ bersama band legendaris Dewa 19.
Tak hanya itu, Emil juga sempat berkolaborasi dengan Bojes, salah satu finalis dari Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Pria penyuka genre musik jazz ini terus mengembangkan kemampuan bermusiknya dengan tampil di berbagai acara musik dan cafe jazz di Kota Beppu.
Tak hanya di dunia musik, Emil juga sempat tampil sebagai aktor dalam film The Santri, di mana ia berperan sebagai ustaz sekaligus guru silat.
Sosok Family Man
Dikutip dari Kompas.com, di balik kesibukannya sebagai pejabat publik, Emil dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan keluarga.
Ia kerap menghabiskan waktu bersama anak-anaknya melalui berbagai aktivitas sederhana seperti memancing, berlibur, atau sekadar menikmati waktu bersama di rumah.
Keluarga Emil dan Arumi juga sering membagikan momen kebersamaan melalui media sosial, termasuk saat berlibur ke berbagai tempat wisata di Jawa Timur.
Gaya Kepemimpinan dan Pandangan tentang Kesuksesan
Dikutip dari Metrotvnews.com, Emil dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan inovatif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Ia juga aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam kebijakan publik, kewirausahaan, dan inovasi sosial.
Sementata itu, dikutip dari CNBC Indonesia, Emil pernah membagikan pandangannya tentang kesuksesan saat membuka LPS Financial Festival Surabaya 2025. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya datang dari keberuntungan, tetapi juga dari kesiapan dan kerja keras yang konsisten.
Ia menceritakan pengalamannya ketika berani mempresentasikan solusi infrastruktur dalam sebuah rapat penting yang dihadiri banyak pakar.
Presentasi tersebut mendapat respons positif dari Soenarno yang saat itu menjabat Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah, dan dari sana Emil dipercaya bergabung dalam tim pakar kementerian.
Dari pengalaman tersebut, Emil menekankan bahwa keberanian harus diiringi dengan persiapan yang matang. Ia juga percaya bahwa semakin keras seseorang bekerja, semakin besar peluang keberuntungan yang dapat ia ciptakan sendiri.
Penghargaan
Dikutip dari Metrotvnews.com, sepanjang kariernya Emil Dardak telah menerima berbagai penghargaan, antara lain World Bank Green Award for Geothermal (2011) dari World Bank, Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya dari pemerintah Indonesia, ICSB Indonesia City Award 2017 dari International Council for Small Business, serta Entrepreneur Award 2017 dari Philip Kotler Center for ASEAN Marketing dan MarkPlus Inc.
Penghargaan tersebut mencerminkan kontribusinya di bidang pembangunan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kekayaan
Dikutip dari laporan LHKPN, Emil terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 29 Maret 2024 dengan total sekitar Rp11,9 miliar.
Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai sekitar Rp7,7 miliar yang tersebar di beberapa kota seperti Jakarta Pusat, Bogor, dan Depok.
Ia juga memiliki kendaraan berupa Toyota Kijang Innova tahun 2014 dan Toyota Alphard tahun 2019 dengan total nilai sekitar Rp500 juta. Selain itu, Emil memiliki harta bergerak lain, kas dan setara kas, serta sejumlah aset lainnya, meski tercatat pula memiliki utang sekitar Rp113 juta.
Baca Juga: Profil Perry Warjiyo, Anak Petani dari Sukoharjo yang Jadi Gubernur Bank Indonesia