Palm Oil Career Expo (POCE) 2026 kembali menjadi ajang penghubung antara dunia pendidikan dan industri kelapa sawit dengan menghadirkan ribuan peluang karier bagi mahasiswa, lulusan baru, dan pencari kerja.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, kegiatan yang digelar oleh Hai Sawit Indonesia ini mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Main Sponsor dan PT Agrina Sawit Perdana (ASP) sebagai Gold Sponsor.
Selain membuka akses lowongan kerja dari berbagai perusahaan perkebunan dan mitra industri, POCE 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan seperti walk-in interview, talkshow karier, career coaching, hingga donor darah.
Baca Juga: BPDP dan DGL Latih 94 Petani Sawit Subulussalam Tingkatkan Kualitas Panen dan Pascapanen
Direktur Hai Sawit Indonesia, M Danang MRQ, mengatakan POCE hadir untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus mempersempit kesenjangan informasi karier yang masih dihadapi generasi muda.
“POCE hadir sebagai jembatan yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperoleh informasi karier secara langsung dari perusahaan, membangun jejaring profesional, sekaligus memahami peluang pengembangan karier di sektor sawit yang semakin terbuka luas,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Olenka pada Rabu (10/06/2026).
Menurut Danang, industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis nasional yang tidak hanya berkontribusi besar terhadap devisa negara, tetapi juga menyediakan jutaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, penguatan konektivitas antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan sektor tersebut.
Baca Juga: Mentan Kaget Harga Sawit Anjlok di Tengah Dolar Tinggi, Ada Apa?
Dukungan terhadap penyelenggaraan POCE 2026 juga datang dari BPDP. Keterlibatan BPDP merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit Indonesia melalui berbagai program strategis, seperti Program Pengembangan SDM Perkebunan, Beasiswa Sawit, Grant Riset, dan peningkatan kapasitas pekebun.
Melalui dukungannya di POCE 2026, BPDP mendorong semakin luasnya akses generasi muda terhadap informasi karier, pengembangan kompetensi, serta peluang berkontribusi dalam pembangunan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Penyelenggaraan POCE 2026 juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Dra. Epiphana Kristiyani, M.M., menilai kegiatan tersebut mampu mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses informasi ketenagakerjaan sekaligus memperkuat keterhubungan antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Baca Juga: Lewat Beasiswa SDM Sawit 2026, 42 Kampus dan Pemerintah Siapkan Generasi Perkebunan Masa Depan
Sementara itu, Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menyebut POCE sebagai wadah strategis yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri.
“UPN 'Veteran' Yogyakarta sebagai kampus Bela Negara berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. Melalui kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam POCE 2026, diharapkan dapat tercipta sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kampus dan industri, dalam rangkaian POCE 2026 juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Hai Sawit Indonesia dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi pendidikan tinggi.
Kerja sama tersebut mencakup program pendidikan, pelatihan, magang industri, riset terapan, serta peningkatan akses karier bagi mahasiswa dan lulusan.
Baca Juga: BPDP: Kampus Mitra Beasiswa Sawit Harus Mampu Cetak SDM Siap Terjun ke Kebun
POCE 2026 turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Sejumlah kampus dari berbagai daerah seperti Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Riau, Politeknik Negeri Cilacap, Universitas Hasanuddin Makassar, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kendati demikian, Hai Sawit Indonesia berharap POCE dapat terus berkembang sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan talenta muda Indonesia dengan kebutuhan industri kelapa sawit nasional.
“POCE bukan sekadar job fair, tetapi sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun masa depan SDM perkebunan Indonesia yang lebih kompeten, profesional, dan berdaya saing global,” tutup Danang.