Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni ikut menyoroti maraknya kasus keracunan yang terjadi dalam prigram Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baginya, kasus keracunan yang terjadi di beberapa wilayah jangan dijadikan hal sepele. Karena itu, pihaknya pun meminta aparat kepolisian untuk lebih intens mengawasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. 

Baca Juga: Cegah Dikorupsi, Begini Cara Bos BGN Bikin MBG Makin Top!

Baca Juga: Mantab! Anggaran MBG 2027 Tembus Rp232 Triliun

"Polisi punya tanggung jawab besar dalam menjaga program MBG. Banyaknya kejadian-kejadian keracunan MBG yang makin ke sini makin parah, sampai ada yang menemukan kelabang, sampai keracunannya mematikan, ini menunjukkan memang diperlukan pengawasan lebih dalam prosesnya di lapangan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9/2026).

Sambungnya, "Jadi selain memang harus evaluasi sistem masak di dapur, BGN-Polri harus juga mulai mewaspadai dari gangguan-gangguan pihak yang ingin sengaja memberi kesan buruk atas program ini dan presiden. Walaupun ini masih sebatas asumsi,” tambah dia.

Baca Juga: Ngaku Sudah Tahu Biang Kerok Keracunan MBG, Bos BGN: Mau Masaknya Benar, Kalau Bahannya Busuk Orang tetap Keracunan!

Selain itu, pihaknya juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk terus mengevaluasi tiap kasus agar hal keracunan tersebut tidak terulang kembali di masa yang akan datang. 

"Maka dari itu, selain BGN harus evaluasi, Polri juga harus lebih proaktif dan memperbanyak perannya dalam program MBG. Mulai dari penjagaan di dapur, hingga pengantarannya. Karena ada potensi gangguan itu di situ. Dan yang terpenting adalah dari kasus-kasus yang ada itu harus benar-benar diselidiki sebab musababnya," tukasnya.