Membuka akun trading adalah awal hubungan nasabah dengan pialang. Setelah itu, kualitas layanan mulai terasa: ketika dana ditarik, saat biaya transaksi diperiksa, atau ketika nasabah membutuhkan bantuan di tengah pergerakan pasar.

Pengalaman sehari-hari tersebut menjadi perhatian Finex dalam melihat persaingan industri pialang berjangka. Di tengah penawaran yang semakin mirip, perusahaan menilai kemampuan menjaga kepercayaan nasabah menjadi semakin penting.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menilai 67 perusahaan pialang berjangka aktif pada triwulan pertama 2026. Sebagian besar menawarkan fasilitas yang terlihat serupa, mulai dari akses ke emas, forex dan indeks hingga aplikasi trading dan akun demo.

Baca Juga: Bagaimana Finex Melihat Pergerakan Emas & Perak di 2026

Baca Juga: 13 Tahun Finex: Edukasi Bukan Pelengkap, Tapi Fondasi Baru Industri Trading Indonesia

Bagi trader, perbedaannya terlihat ketika fasilitas tersebut digunakan. Berapa lama dana penarikan masuk ke rekening? Apakah spread, atau selisih harga jual dan beli, melebar saat pasar bergerak cepat? Apakah ada petugas yang merespons ketika bantuan dibutuhkan? Apakah ketentuan transaksi sesuai dengan yang disampaikan dalam iklan?

Baca Juga: Investor Perlu Bersiap, Finex Sebut Indonesia di Pusaran Transisi Energi

Pertanyaan semacam ini menjadi bahan percakapan di komunitas trader, termasuk grup Telegram dan WhatsApp. Pengalaman menggunakan layanan ikut membentuk penilaian terhadap pialang dan menjadi pertimbangan untuk tetap bertransaksi melalui perusahaan yang sama.

CEO Finex Agung Wisnuaji mengatakan perusahaan berfokus pada pembenahan layanan yang langsung dirasakan nasabah.

“Kami tidak pernah menargetkan jadi nomor satu di sebuah daftar. Yang kami targetkan adalah membuat trading lebih mudah dan lebih jelas untuk klien,” ujar Agung, dalam keterangannya Sabtu (19/9/2026).

“Kami mengerjakan produknya, mempercepat proses deposit dan penarikan dana, dan memastikan ada orang yang siap membantu saat klien membutuhkan. Kalau makin banyak trader yang memilih kami, itu jawaban apakah kerja keras ini sepadan," tambahnya.

Salah satu rujukan untuk melihat aktivitas transaksi pialang adalah daftar Broker Performance yang diterbitkan setiap bulan oleh Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX). Daftar tersebut memberikan gambaran berkala mengenai aktivitas transaksi anggota bursa.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Finex menempati posisi pertama dalam daftar tersebut pada enam dari tujuh bulan. Pada Februari, Finex berada di posisi kedua. Agung memandang pencapaian itu sebagai hasil dari pembenahan layanan sekaligus masukan untuk pekerjaan berikutnya.

“Daftar bulanan hanya menunjukkan apa yang dilakukan trader bulan lalu. Itu tidak menjamin apa yang akan mereka lakukan bulan depan. Bagian itu tetap harus terus diperjuangkan,” katanya.

Di luar aktivitas transaksi, penilaian regulator memberikan gambaran mengenai kepatuhan pialang. Dalam penilaian berkala Bappebti periode Januari–Maret 2026, tujuh dari 67 pialang yang dinilai memperoleh peringkat tertinggi. Finex menjadi salah satunya dan mencatat pencapaian tersebut selama delapan triwulan berturut-turut. 

Penilaian ini mencakup kepatuhan, integritas keuangan, pengawasan transaksi, penerapan anti-pencucian uang, dan penanganan pengaduan nasabah.

Peringkat transaksi dan penilaian regulator perlu dibaca sesuai fungsinya. Keduanya tidak menghilangkan risiko kerugian dalam trading dan bukan jaminan keuntungan bagi nasabah. Trader tetap perlu memahami instrumen serta ketentuan transaksi sebelum mengambil keputusan.

"Bagi Finex, menjaga kepercayaan berarti terus memperbaiki pengalaman nasabah, terlepas dari posisi perusahaan dalam daftar bulanan. Pada akhirnya, kualitas layanan diuji setiap kali nasabah bertransaksi dan membutuhkan bantuan," pungkasnya.