Nama Abdul Mu’ti menyedot perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menggaetnya masuk dalam Kabinet Merah Putih. Di pemerintahan Prabowo Subianto, ia diberi jabatan sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jabatan itu oleh mayoritas masyarakat Indonesia dianggap wajar mengingat latar belakangnya yang adalah seorang cendekiawan muslim berwawasan luas.
Ia juga dipandang sebagai sosok yang menaruh perhatian lebih pada pendidikan Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Blak-blakan Di KTT G20 Soal Alasan Indonesia Pindah Ibu Kota Negara
Laki-laki kelahiran Kudus, 2 September 1968 itu juga selalu meninggalkan jejak mengesankan disetiap kepemimpinan di berbagai organisasi. Jadi wajar saja penunjukannya sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah disambut antusias.
Jejak di Kancah Nasional dan Internasional
Nama Abdul Mu’ti kadung melekat dengan dunia pendidikan Indonesia, ia berkutat di bidang itu setelah bergabung dengan Muhammadiyah pada 1994.
Konsentrasinya yang berpusat pada dunia pendidikan membuat dirinya didapuk menjadi Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Menjabat sejak 2000 Abdul Mu’ti mengembangkan program-program pendidikan dan sosial di kawasan Jawa Tengah.
Datang dengan ide-ide briliannya untuk menyulap program pendidikan di lingkup masyarakat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti langsung ditunjuk menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dua tahun setelahnya.
Jabatan itu ia emban pada medio 2002 hingga 2006, salah satu gebrakan yang ia buat adalah memperkuat basis kepemudaan dalam organisasi Islam.
Sembari memikul tanggung jawab sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Abdul Mu’ti juga didaulat menjadi Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 2005. Lewat jabatan yang ia lepas pada 2010 itu, Abdul Mu’ti berupaya keras menggenjot kualitas pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia
Baca Juga: Adu Kuat Jokowi-FPI Versus Anies-Ahok di Pilkada Jakarta 2024.
Tak hanya menorehakan namanya di kancah nasional, Abdul Mu’ti juga mencatatkan namanya di level internasional, di sana ia aktif di berbagai organisasi seperti British Council Advisory Board di organisasi ini ia menjadi anggota sejak 2006 hingga 2008.
Tak hanya satu organisasi, Abdul Mu’ti juga tergabung dalam Indonesia-United Kingdom Advisory Board dari tahun 2007 hingga 2009.
Tak hanya itu, pada 2010 hingga 2015 ia menjadi anggota Executive Committee of Asian Conference of Religion for Peace. Lalu terhitung sejak 2016 sampai sekarang ia menjadi anggota aktif Indonesia-United States Council on Religion and Pluralism.
Riwayat Pendidikan
Abdul Mu'ti punya latar belakang pendidikan yang lumayan mentereng. Pendidikan pertamanya dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum, Kudus dan menuntaskan pendidikannya di sana pada 1980.
Setelah lulus Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum, Abdul Mu'ti melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kudus hingga 1983.
Pada 1986 ia menuntaskan pendidikannya di Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial Kudus dan melanjutkan studinya ke Fakultas Tarbiyah di IAIN Walisongo, Semarang dan sukses merengkug gelar sarjana pada 1991.
Baca Juga: Siap-Siap! Tahun Depan Prabowo Pindahkan ASN ke IKN
Dari kampung halamannya, Abdul Mu'ti kemudian terbang ke Asutralia untuk melanjutkan studinya. Di sana ia melanjutkan kuliah Flinders University of South Australia, Adelaide, pada tahun 1997. Di sini Abdul Mu'ti mempelajari pendidikan dan pengembangan profesional.
Pada 2005, Abdul Mu'ti melanjutkan pendidikannya ke University of Birmingham, Inggris, ia mengikuti program Short Course on Governance and Shariah.
Setelah berkelana di luar negeri, Abdul Mu'ti kembali ke Tanah Air dan melanjutkan pendidikannya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2008. Di sini Abdul Mu'ti menggali lebih dalam tentang pendidikan agama dan kebijakan publik.
Atas dedikasinya di dunia pendidikan, Abdul Mu'ti dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-1050 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada 2 September 2020.