Nama Sudarto telah lama dikenal di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai sosok teknokrat yang konsisten membangun tata kelola fiskal dan sistem perbendaharaan negara.

Berbekal latar akademik kuat dan pengalaman birokrasi lebih dari tiga dekade, ia kini mengemban sejumlah amanah strategis di sektor keuangan dan pendidikan.

Salah satunya adalah Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), lembaga yang mengelola dana abadi pendidikan dan membiayai ribuan putra-putri Indonesia menempuh studi di dalam dan luar negeri.

Di tengah tanggung jawab besar mengawal belanja negara sekaligus menjaga integritas dana pendidikan, publik pun bertanya seperti apa sosok Sudarto di balik jabatan strategis tersebut? Terkait hal itu, berikut ulasan Olenka selengkapnya.

Latar Belakang

Dikutip dari laman lpdp.kemenkeu.go.id, Sudarto lahir di Madiun pada 9 April 1969. Ia tumbuh dengan minat kuat pada bidang ekonomi dan kebijakan publik, yang kemudian membawanya menapaki jalur pendidikan tinggi hingga tingkat doktoral.

Sebagai ekonom senior, Sudarto dikenal memiliki perhatian pada penguatan institusi dan pembangunan sumber daya manusia, khususnya di sektor keuangan negara.

Jejak Pendidikan

Perjalanan akademiknya mencerminkan kombinasi perspektif nasional dan global. Gelar Sarjana Ekonomi ia raih dari Universitas Indonesia pada 1996.

Ia kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration di International University of Japan pada 2001, yang memperkaya wawasan manajerial dan kebijakan publik dengan pendekatan internasional.

Puncak pendidikan formalnya ditempuh di University of New South Wales, tempat ia meraih gelar doktor bidang ekonomi pada 2008.

Riset doktoralnya memperdalam keahlian di bidang ekonomi makro dan kebijakan fiscal, dua bidang yang menjadi fondasi penting dalam kariernya di pemerintahan.

Perjalanan Karier di Kementerian Keuangan

Sudarto memulai karier sebagai CPNS di Kementerian Keuangan pada 1 Desember 1989. Seiring waktu, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.

Ia pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan (Januari 2012–Januari 2013), lalu Direktur Sistem Perbendaharaan (Januari 2013–April 2013).

Pada 3 April 2013, ia dilantik menjadi Direktur Transformasi Perbendaharaan, posisi penting dalam pembenahan sistem dan proses tata kelola keuangan negara.

Pada 2018, ia dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi. Sejak 2023, Sudarto menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara dan kembali dikukuhkan pada jabatan yang sama pada Mei 2025.

Memasuki Juni 2025, ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Peran ini menempatkannya di garda depan pengelolaan dana abadi pendidikan sekaligus penjaga integritas program beasiswa negara.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Sanksi Tegas Suami Dwi Sasetningtyas: Kena Blacklist hingga Kembalikan Dana Beasiswa LPDP dan Bunganya