Bagi sebagian orang, liburan berarti pantai dan matahari terbenam. Bagi pecinta literasi, perjalanan terbaik justru dimulai dari rak-rak buku yang menjulang, lorong kayu yang berderit pelan, dan aroma halaman yang menua dengan anggun.
Di berbagai belahan dunia, ada toko-toko buku yang bukan sekadar tempat membeli bacaan, melainkan ruang bersejarah, titik temu pemikir, dan saksi lahirnya gagasan besar.
Dan dikutip dari Times Now News, Minggu (22/2/2026), inilah 7 surga buku yang menjadikan kota-kota terbaik dunia terasa semakin istimewa bagi para pencinta kata.
1. Jimbocho Booktown, Tokyo, Jepang
Di tengah dinamika modern Tokyo, terdapat kawasan legendaris bernama Jimbocho Booktown. Dengan lebih dari 160 toko buku, banyak di antaranya spesialis buku bekas dan langka, area ini adalah destinasi wajib bagi pemburu literatur serius.
Menjelajahinya seperti menyusuri labirin pengetahuan. Dari manga klasik hingga filsafat, setiap sudut menyimpan kemungkinan tak terduga.
2. El Ateneo Grand Splendid, Buenos Aires, Argentina
Di Buenos Aires, membaca terasa seperti sebuah pertunjukan megah. El Ateneo Grand Splendid berdiri di dalam bekas teater berarsitektur indah dengan balkon beludru dan langit-langit berlukiskan fresko.
Rak-rak buku menggantikan kursi penonton, sementara panggungnya kini menjadi kafe elegan. Mengunjungi tempat ini bukan hanya tentang membeli buku, tapi ini tentang merayakan literasi dalam kemegahan seni dan sejarah.
3. Hay-on-Wye, Wales
Kecil, tenang, dan sepenuhnya terobsesi pada buku, itulah Hay-on-Wye. Desa mungil ini memiliki lebih dari 30 toko buku bekas dan menjadi tuan rumah Hay Festival yang mendunia.
Tanpa gangguan gemerlap kota besar, Hay-on-Wye menawarkan suasana hangat dan nyaman. Rak-rak kayu tua, lorong-lorong sunyi, dan percakapan pelan tentang novel klasik menciptakan nuansa cottagecore yang romantis, namun tetap intelektual.
Di sini, cinta pada buku menjadi identitas kolektif.
Baca Juga: 10 Perpustakaan Paling Menakjubkan di Dunia: Perpaduan Estetika, Sejarah, dan Ilmu Pengetahuan