Janji Presiden Prabowo Subianto menaikkan tunjangan guru honorer akhirnya direalisasikan, kenaikan tunjangan itu mulai disalurkan oleh  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengatakan kenaikkan tunjangan sebesar Rp 2 juta itu sudah disalurkan pihaknya beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Akui Korupsi Masih Marak, Prabowo: Anggaran Dirongrong, Mark up di Mana-mana, Jangan Kira Saya Tidak Tahu

“Alhamdulillah Bapak Presiden Prabowo Subianto, tunjangan guru non-ASN yang dijanjikan naik menjadi Rp 2 juta sudah kami laksanakan,” ujar Mu’ti dilansir Sabtu (29/11/2025).

Tak hanya menyalurkan tunjangan untuk guru honorer,  tunjangan guru ASN setara gaji pokok juga dibayar pemerintah, Bonus juga telah diberikan, meski saat ini masih dibayarkan triwulanan. 

“Tahun depan, kami akan usahakan transfer dilakukan setiap bulan,” jelas Mu’ti.

Mu’ti juga melaporkan pelaksanaan program pendidikan profesi guru (PPG). Sebanyak 808.865 guru telah mengikuti program ini yang menjadi syarat untuk memperoleh sertifikasi. Ia berharap tahun depan guru-guru yang memenuhi persyaratan bisa segera mendapatkan sertifikat profesional.

“Ini bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Mu’ti. Ia menekankan, program ini dijalankan sesuai arahan Presiden dan merupakan upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan mutu guru di seluruh Indonesia.

Program kesejahteraan guru, menurut Mu’ti, tidak hanya mencakup tunjangan dan bonus, tetapi juga peningkatan kompetensi melalui PPG. Pemerintah menargetkan kesejahteraan dan kualitas guru meningkat secara berkesinambungan, sekaligus mendorong pendidikan dasar dan menengah lebih berkualitas.

Baca Juga: Polemik Bandara PT IMIP, Purbaya hingga Prabowo Turun Tangan

Dengan realisasi tunjangan dan bonus, serta pelaksanaan PPG yang masif, pemerintah menunjukkan langkah nyata meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru, sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan nasional.