Sudarto  juga mengungkapkan adanya wacana diskusi mengenai besaran kontribusi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial, termasuk kemungkinan mempertimbangkan pembayaran pajak sebagai salah satu indikator.

“Kalau beliau mau berkontribusi 50% kami kasih kesempatan secara partial. Ada diskusi di antara kita, ya sudah kita buat misalnya berdasarkan pembayaran pajaknya misalnya,” jelasnya.

“Kalau pajak besar ya kontribusi lebih gede, kalau pajaknya yang kecil ada diskusi seperti itu. Dan ini sangat bagus didiskusikan di antara kita,” sambungnya.

Meski demikian, Sudarto menekankan bahwa hal tersebut masih dalam ranah diskusi dan bukan kebijakan final.

Sudarto lantas menegaskan bahwa LPDP tetap berfokus pada kualitas kandidat. Menurutnya, seleksi dilakukan untuk mencari talenta terbaik bangsa, tanpa diskriminasi latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Tetapi jelas, yang kita cari adalah top of the topnya dari kita semuanya, anak-anak kita, teman-teman semuanya. Tidak peduli backgroundnya, tetapi makanya harus inklusif, siapapun boleh daftar,” tegasnya.

Ia pun kembali menekankan bahwa imbauan ini bukanlah pembatasan atau larangan, melainkan ajakan moral demi pemerataan kesempatan pendidikan.

“Ini hanya sekarang adalah imbauan moral saat ini, mudah-mudahan Anda daftarnya partial sehingga akan lebih banyak beasiswa yang bisa kami tawarkan kepada anak-anak Indonesia yang lain,” tutup Sudarto.

Baca Juga: LPDP Komitmen Perbaiki Sistem Monitoring Penerima Beasiswa