Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, menyampaikan imbauan moral kepada keluarga dari kalangan mampu agar mempertimbangkan skema beasiswa parsial (partial funding) alih-alih mengambil skema beasiswa penuh (full funding).

Imbauan tersebut disampaikan dalam konteks menjaga prinsip keadilan dan memperluas akses pendidikan bagi lebih banyak anak bangsa.

Menurut Sudarto, LPDP tetap membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mendaftar, tanpa memandang latar belakang keluarga.

Namun, bagi mereka yang secara finansial tergolong mampu, LPDP mendorong adanya kontribusi mandiri melalui skema parsial.

“Untuk yang kaya, kami kasih kesempatan partial funding. Ini high call untuk bapak, ibu, keluarga kaya, mohon daftarnya yang partial ya,” papar Sudarto, di Jakarta, baru-baru ini.

Melalui skema parsial, kata Sudarto, penerima beasiswa membiayai sebagian kebutuhan studinya secara mandiri, sementara sisanya ditanggung oleh LPDP.

Dengan mekanisme ini, lanjut dia, dana pendidikan yang tersedia diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa lain yang membutuhkan dukungan penuh.

Kemudian, menanggapi isu terkait anak pejabat atau keluarga mampu yang mendaftar beasiswa, Sudarto menegaskan bahwa LPDP tetap bersifat inklusif.

“Mengenai tadi anak pejabat, ya boleh, namun ini saya nggak mau mengomentari begitu ya. Kami kasih kesempatan, ada namanya partial, biasanya partial,” katanya.

Baca Juga: Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Bos LPDP: Lu Pakai Duit Pajak, Beasiswa Bukan Hadiah Itu Amanah

Sudarto  juga mengungkapkan adanya wacana diskusi mengenai besaran kontribusi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial, termasuk kemungkinan mempertimbangkan pembayaran pajak sebagai salah satu indikator.

“Kalau beliau mau berkontribusi 50% kami kasih kesempatan secara partial. Ada diskusi di antara kita, ya sudah kita buat misalnya berdasarkan pembayaran pajaknya misalnya,” jelasnya.

“Kalau pajak besar ya kontribusi lebih gede, kalau pajaknya yang kecil ada diskusi seperti itu. Dan ini sangat bagus didiskusikan di antara kita,” sambungnya.

Meski demikian, Sudarto menekankan bahwa hal tersebut masih dalam ranah diskusi dan bukan kebijakan final.

Sudarto lantas menegaskan bahwa LPDP tetap berfokus pada kualitas kandidat. Menurutnya, seleksi dilakukan untuk mencari talenta terbaik bangsa, tanpa diskriminasi latar belakang sosial maupun ekonomi.

“Tetapi jelas, yang kita cari adalah top of the topnya dari kita semuanya, anak-anak kita, teman-teman semuanya. Tidak peduli backgroundnya, tetapi makanya harus inklusif, siapapun boleh daftar,” tegasnya.

Ia pun kembali menekankan bahwa imbauan ini bukanlah pembatasan atau larangan, melainkan ajakan moral demi pemerataan kesempatan pendidikan.

“Ini hanya sekarang adalah imbauan moral saat ini, mudah-mudahan Anda daftarnya partial sehingga akan lebih banyak beasiswa yang bisa kami tawarkan kepada anak-anak Indonesia yang lain,” tutup Sudarto.

Baca Juga: LPDP Komitmen Perbaiki Sistem Monitoring Penerima Beasiswa