Kehandalan komunikasi internasional Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil memperkuat kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Di tengah persaingan global dalam menarik investasi, kepercayaan menjadi modal utama yang menentukan daya saing suatu negara di mata investor dan mitra internasional

Pakar komunikasi dan manajemen, Dr. M. Fariza Y. Irawady, mengatakan konsistensi Presiden Prabowo dalam menyampaikan visi pembangunan di berbagai forum internasional telah membentuk persepsi positif mengenai Indonesia sebagai negara yang memiliki kepemimpinan kuat, arah pembangunan yang jelas, serta komitmen terhadap stabilitas ekonomi.

"Kehandalan komunikasi internasional Presiden Prabowo membuat Indonesia semakin dipercaya oleh berbagai negara dan pelaku usaha global. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, dan pembangunan nasional," ujar Fariza dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bergantung pada perdamaian, stabilitas, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pengelolaan investasi yang efektif. Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah membentuk Danantara pada Februari 2025 sebagai instrumen strategis pengelolaan investasi nasional.

Baca Juga: Ngotot Bela Febrie Adriansyah Sampai Seret-seret Presiden, Hotman Paris Dikartu Kuning Anak Buah Prabowo

Baca Juga: Kans Prabowo Gandeng Gibran di Pilpres 2029 Cuma 30 Persen

"Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya negeri perdamaian dan stabilitas. Indonesia semakin menjadi negeri peluang," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya di WEF 2026.

Fariza menilai meningkatnya kepercayaan internasional juga tercermin dari intensitas diplomasi bilateral yang berlangsung di Indonesia. Dalam kurun waktu sepekan, Presiden Prabowo menerima kunjungan tiga pemimpin dunia.

Pertama, pada Kamis (2/7/2026), Prabowo menerima Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama di sektor industri, alat berat, teknologi, serta penguatan hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia. Kedua negara juga meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka bersama untuk memperkuat kerja sama yang lebih konkret selama lima tahun ke depan.

Kedua, pada Senin (6/7/2026), Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati 26 capaian kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pengembangan ekonomi kawasan, energi bersih, hingga ekonomi digital.