Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meminta masyarakat tidak terus-menerus melayangkan protes kepada Presiden Prabowo Subianto ketika menemukan persoalan di lapangan.
Maman justru meminta publik mengarahkan kritik kepada para menteri yang menjadi pembantu Presiden dan memiliki tugas menangani urusan pemerintahan sesuai bidang masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan Maman saat menanggapi berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM. Ia berbicara dalam acara di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Kamis (24/9/2026).
Menurut politikus Partai Golkar itu, Presiden memiliki keterbatasan untuk memantau sekaligus menangani seluruh persoalan yang terjadi di berbagai daerah. Karena itu, para menteri dinilai memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan Presiden.
"Pak Presiden sering sekali disalahin. Wah, diprotes, dikritik segala macam. Saya bilang begini, ngapain lagi protes-protes, marah-marah sama Pak Presiden? Marahnya itu sama menterinya, betul enggak?" ujar Maman di ITS, Surabaya, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Bagaimana Nasib Prabowo JIka Gibran Benar Dimakzulkan, Ikut Dilengserkan?
Maman kemudian menggambarkan keterbatasan seorang Presiden dalam menangani persoalan yang jumlahnya begitu banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.
"Pak Presiden itu cuma punya dua tangan, 10 jari, satu mulut, dua mata. Hampir enggak mungkin satu orang presiden, beliau mampu menjangkau semua problematika di tanah air kita," ucap dia.
Karena itulah, Maman menegaskan keberadaan para menteri dalam Kabinet Merah Putih bukan sekadar pelengkap pemerintahan. Para menteri, menurutnya, mendapat mandat untuk memastikan kebijakan Presiden benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat.
"Maka dari itu itulah perlunya menteri-menteri ini, pembantu-pembantu presiden. Dalam hal ini salah satunya adalah saya sebagai Menteri UMKM ditugaskan dan diperintahkan langsung oleh Pak Presiden untuk hadir di dalam setiap proses tumbuh kembangnya UMKM di tanah air ini," kata dia.
Maman bahkan menyatakan siap menjadi pihak yang langsung menerima kritik apabila persoalan UMKM masih ditemukan di berbagai daerah.
Ia meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan keluhan maupun kritik kepadanya jika persoalan yang menjadi tanggung jawab Kementerian UMKM belum terselesaikan.
"Silahkan kalau memang mau diviralkan. Kalau misalnya ada apa-apa mengenai UMKM di tanah air ini, salahkan Menteri UMKM-nya. Karena perintah Presiden kepada kami, pembantu-pembantu beliau, wajib hadir dalam setiap proses tumbuh kembangnya UMKM di Tanah Air ini," jelasnya.
Baca Juga: Mahfud MD Kuliti Prabowo: Pidato Bagus, Eksekusi Amburadul, Dia Tidak Berdaulat sebagai Presiden
Pernyataan Maman tersebut disampaikan ketika persoalan akses pasar masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Pada kesempatan yang sama, ia menyebut bantuan pembiayaan dan proses perizinan belum otomatis membuat produk UMKM terserap pasar.
Maman juga menyoroti tekanan produk impor terhadap pasar domestik. Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk membatasi masuknya sejumlah produk impor, termasuk garmen, pakaian, dan tekstil, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing produk dalam negeri.
Dengan pernyataannya tersebut, Maman seolah mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintahan tidak harus selalu diarahkan ke Istana. Jika persoalan berada pada sektor tertentu, menteri yang memegang kewenangan bidang tersebut dinilai harus menjadi pihak yang pertama kali dimintai pertanggungjawaban.
Bagi Maman sendiri, posisi sebagai pembantu Presiden berarti siap berada di garis depan ketika kebijakan pemerintah menghadapi persoalan di lapangan. Termasuk ketika kritik publik datang akibat masalah yang belum terselesaikan.