Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi memberi kartu kuning alias peringatan keras  kepada Hotman Paris yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang yang menyeret Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus  (Jampidsus) Febrie Adriansyah. 

Bambang Haryadi mengatakan seluruh pernyataan Hotman yang menyeret nama Prabowo adalah pernyataan tidak benar, pihaknya sangat menyayangkan  itu. Prabowo kata Bambang selalu berkomitmen memberantas korupsi di negara ini. 

Baca Juga: Sebut Febrie Adriansyah Dikriminalisasi, DPR ke Hotman Paris: Ngawur!

"Gerindra menyayangkan statement Hotman Paris yang mengaitkan kasus mantan Jampidsus dengan presiden Prabowo. Ini sangat tidak benar, dan bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo tentang pemberantasan korupsi," kata Bambang dilansir Senin (20/6/2026). 

Hotman melontarkan pernyataan itu sesaat setelah ditunjuk menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah. Hotman bilang Febrie adalah salah satu orang kepercayaan Prabowo yang sangat berjasa bagi negara ini. 

Dia menyebut Febrie menjadi tokoh sentral dalam pemberantasan korupsi dan sukses menyelamatkan banyak aset negara, dimana nilainya aset yang diselamatkan ditaksir mencapai  Rp430 triliun.

Tak hanya itu, Hotman juga menyebut kliennya menjadi korban kriminalisasi, ia mempertanyakan prosedur penangkapan dan penggeledahan yang disebutnya harus lewat izin Prabowo. 

"Prabowo dalam setiap kegiatan partai selalu mengingatkan bahwa tidak akan melindungi kader yang berbuat tercela dan korupsi. Itu terbukti, ada beberapa kepala daerah yang melanggar dan terafiliasi dengan Gerindra tetap diproses hukum. Bahkan ada anggota kabinet yaitu wamen juga tetap diproses hukum,” tegas  Bambang.

Bambang memperingati Hotman supaya tak perlu lagi mencatut nama Presiden ketika membela kliennya. Dia mengatakan Prabowo sama sekali tak pernah mengintervensi atau ikut campur dalam persoalan hukum.

Baca Juga: Pengakuan Don Ritto Janggal, Siapa Sebenarnya Pemilik Uang dan Emas Batangan di Rumah Febrie Adriansyah?

"Presiden Prabowo tidak pernah campuri penegakan hukum," tandasnya.