Program OREO Berbagi Seru masih berlanjut menjangkau wilayah-wilayah di Indonesia. Kali ini, OREO Berbagi Seru resmi dimulai di SD Negeri Mentel 1, Gunungkidul. Membawa semangat perayaan Hari Anak Nasional, program ini turut mendukung program ”Bocah Pinter” yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan misi sejalan untuk meningkatkan derajat pendidikan melalui pembelajaran yang berkualitas dan merata, serta pengembangan kompetensi, karakter, dan lingkungan belajar yang positif bagi anak.
Menggandeng Indonesia Mengajar sebagai mitra, program “OREO Berbagi Seru” memberikan kesempatan setara bagi 708 siswa Sekolah Dasar di Gunungkidul untuk menjadi bagian dari Generasi SERU, yaitu anak-anak yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul melalui rangkaian kegiatan edukasi dan pendistribusian alat-alat belajar seru.
Baca Juga: Rayakan Peluncuran Limited Edition OREO & BTS Cookies, OREO Siapkan Challenge Berhadiah bagi ARMY
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang diwakilkan oleh Supriyanto selaku Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa pelaksanaan OREO Berbagi Seru ini menjadi gambaran semangat gotong royong diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, para guru, orang tua dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Gunungkidul.
Sejalan dengan program ‘Bocah Pinter’ yang dikedepankan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, pihaknya yakin bahwa ketika seluruh elemen bergandengan tangan, kita tidak hanya menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga: OREO Berbagi Seru Hadirkan Edukasi dan Alat Pembelajaran Seru di Tulang Bawang Barat
"Kami menyambut baik pendekatan belajar sambil bermain yang diusung dalam program ‘OREO Berbagi Seru’. Bantuan alat pembelajaran kepada sekolah-sekolah di Gunungkidul diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas. Kami juga mengapresiasi rangkaian kegiatan yang tidak hanya memberikan pelatihan kepada para guru, tetapi juga melibatkan orang tua dan komunitas," ungkapnya, dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan, pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dibangun bersama. Guru menjadi inspirasi di sekolah, orang tua menjadi pendamping utama di rumah, masyarakat menciptakan lingkungan yang positif, sementara dunia usaha hadir melalui tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan.
"Semoga program ‘OREO Berbagi Seru’ memberikan manfaat yang luas, menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap pendidikan, serta menjadi ikhtiar bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” lanjut Endah.
Dalam kesempatan yang sama, Kevin Stefano selaku Senior Marketing Manager Biscuit Mondelēz Indonesia menjelaskan bahwa selama lebih dari 30 tahun menjadi bagian dari keluarga Indonesia, OREO selalu berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan. Selaras dengan purpose OREO yaitu menciptakan kebersamaan melalui momen-momen penuh keseruan, tak terkecuali saat belajar, komitmen ini salah satunya terwujud lewat program ’OREO Berbagi’ yang sejak 2024 menitikberatkan pada pemberdayaan orang tua, guru dan anak melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi.”
”Dengan tema ‘OREO Berbagi Seru’, tahun ini OREO ingin mendukung fokus Kemendikdasmen RI dengan berkontribusi dalam membantu para siswa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter dan seru secara lebih merata, sekaligus menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru negeri, khususnya di wilayah 3T dan marjinal. Melalui program ini, OREO berharap lebih banyak anak Indonesia memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU yang mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah perubahan dunia yang semakin pesat,” lanjut Kevin.
Sejalan dengan prinsip deep learning yang dikedepankan Kemendikdasmen RI, program ‘OREO Berbagi Seru’ menekankan pentingnya playful learning sebagai pendekatan yang mendukung proses pembelajaran agar lebih bermakna, aktif, dan menyenangkan. Melalui pengalaman belajar yang interaktif, anak tidak hanya lebih mudah memahami konsep baru, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi dan kerja sama. Selain itu, muatan edukasinya juga disesuaikan dengan perkembangan zaman agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang berdaya saing
Untuk itu program ”OREO Berbagi Seru” bermitra dengan Indonesia Mengajar secara khusus mengembangkan 15 alat belajar seru di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris yang dirancang menggunakan pendekatan belajar sambil bermain serta selaras dengan kurikulum nasional. Hingga akhir tahun, alat-alat belajar seru ini akan didistribusikan ke 7 provinsi untuk menunjang proses belajar 7.000 siswa. Di Gunungkidul sendiri, 270 alat belajar seru yang diberikan akan membantu proses belajar bagi 708 siswa Sekolah Dasar setempat.
Agar dampaknya optimal, dilaksanakan serangkaian School Roadshow berupa program edukasi seru yang bertujuan mensosialisasikan pentingnya playful learning dan tata cara pemanfaatan alat pembelajaran seru di ruang kelas maupun di rumah. Gunungkidul adalah kabupaten kelima yang disambangi program ”OREO Berbagi Seru” setelah sebelumnya terlaksana di Kabupaten Lebak (Banten), Pangandaran (Jawa Barat), Tulang Bawang Barat (Lampung), dan Purworejo (Jawa Tengah).
Program edukasi seru ini terdiri dari pelatihan yang menyasar pada pemberdayaan ekosistem pendidikan secara menyeluruh agar tercipta sinergitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan bagi anak. Selama 22-25 Juli 2026, sebanyak 35 guru, 70 orang tua dan 35 anggota komunitas di Gunungkidul akan mengikuti kegiatan yang dikemas secara menarik dan interaktif.
Pendekatan ini juga selaras dengan program ”Gunungkidul Smart Teaching” yang digiatkan Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelatihan bagi guru, kepala sekolah, pengawas, maupun praktisi pendidikan. Diharapkan program “OREO Berbagi Seru” juga dapat menjadi wadah untuk saling berkolaborasi dan berbagi inspirasi praktik cara belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.
Ibu Endah Setyorini, S.Pd.SD.,M.Pd. sebagai salah seorang guru SD Negeri Mentel 1 yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan berkomentar, “Memaknai Hari Anak Nasional, sebagai seorang guru saya menyadari bahwa setiap anak berhak mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk menggali potensinya. Hal ini mendorong kami untuk tidak hanya memastikan anak memahami materi pelajaran, tetapi juga bagaimana membuat mereka merasa antusias, percaya diri, dan berani mencoba. Melalui pelatihan ‘OREO Berbagi Seru’, kami mendapatkan banyak inspirasi baru untuk menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, di mana anak-anak bisa belajar sambil bermain, berdiskusi, dan mengeksplorasi ide-ide mereka.”
Sementara, Suryani selaku perwakilan orang tua siswa ikut menyampaikan antusiasmenya, “Setelah mengikuti pelatihan program ‘OREO Berbagi Seru’, saya menyadari bahwa di rumah pun perlu diciptakan proses belajar yang menyenangkan dan saya jadi terinspirasi untuk membuat alat belajar seru menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Semoga anak saya jadi lebih semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru, dan semakin menikmati proses belajarnya.”
Sebagai penutup, Kevin menyampaikan harapan, ”Semoga program ’OREO Berbagi Seru’ dapat mendukung kesuksesan berbagai inisiatif pendidikan di Gunungkidul agar nantinya para guru, orang tua, dan komunitas dapat saling bersinergi dalam mendukung lahirnya lebih banyak ’Bocah Pinter’ sebagai Generasi SERU yang mampu bersaing di masa depan. Yang tak kalah penting, masyarakat juga dapat ikut berperan dalam mendukung misi positif ini dengan cara sederhana yaitu dengan pembelian OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan dikonversikan menjadi donasi untuk menyukseskan penyelenggaraan program.”