PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) turut merayakan Hari Olahraga Nasional dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memenuhi kebutuhan protein untuk mendukung pencapaian workout goals.
Olahraga kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, baik untuk menjaga kebugaran, meningkatkan massa otot, maupun mencapai performa tertentu. Namun, latihan fisik perlu diimbangi dengan asupan nutrisi yang sesuai agar tubuh dapat mendukung proses pemulihan setelah berolahraga. Protein menjadi salah satu zat gizi penting yang berperan dalam pemeliharaan dan pemulihan otot.
"Protein perlu dipenuhi secara konsisten, bukan hanya pada saat berolahraga. Walaupun sedang tidak berolahraga, pola makan tetap harus diperhatikan dan tidak boleh menjadi berantakan. Sebab, tubuh tetap membutuhkan nutrisi untuk mendukung proses pemulihan dan menjaga kondisi tubuh. Selain itu, tidur yang cukup juga tetap diperlukan karena olahraga, pola makan, dan tidur merupakan bagian yang saling berkaitan. Jadi, untuk mencapai target olahraga, ketiganya perlu dilakukan secara disiplin dan konsisten," ujar Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi., AIFO-K, FISQua dalam live Instagram @ptkalbefarmatbk.
Baca Juga: Rahasia Kalbe Farma Ubah Karyawan Jadi Duta Perusahaan
Sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa 37,27 persen penduduk Indonesia aktif berolahraga. Partisipasi olahraga bahkan paling tinggi terlihat pada masyarakat perkotaan dan pekerja kantoran dengan tingkat keterlibatan mencapai 81 persen.
Kondisi tersebut menandakan bahwa aktivitas fisik kini telah menjadi bagian penting dari gaya hidup modern. Namun, di balik tren positif tersebut, masih banyak orang yang lebih fokus pada intensitas dan frekuensi latihan tanpa diimbangi perhatian terhadap kebutuhan nutrisi harian, khususnya protein. Padahal, untuk mendapatkan hasil olahraga yang maksimal, kecukupan protein berperan penting demi pencapaian target kebugaran.
"Workout goals tidak hanya ditentukan oleh latihan. Target setiap orang berbeda, ada yang ingin meningkatkan massa otot, menurunkan berat badan, atau mengejar prestasi olahraga. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi dan pola latihan perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Pada akhirnya, pencapaian target olahraga membutuhkan disiplin dalam menjalankan kebiasaan tersebut secara konsisten," tutur dr. Dedy.
Saat melakukan latihan fisik, otot mengalami tekanan sehingga membutuhkan nutrisi yang mendukung proses pemulihan. Kekurangan protein, kata dr. Dedy, dapat membuat seseorang lebih cepat mengalami kelelahan setelah berolahraga. Kondisi tersebut juga dapat membuat rasa pegal atau nyeri otot setelah latihan berlangsung lebih lama. Oleh sebab itu, kecukupan protein perlu menjadi bagian dari strategi nutrisi bagi masyarakat yang aktif berolahraga.
Pemenuhan protein idealnya dilakukan melalui makanan sehari-hari. Namun, aktivitas masyarakat yang padat dan pola makan yang tidak selalu teratur dapat membuat seseorang kesulitan memastikan kecukupan protein hariannya. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih sadar terhadap kandungan protein dari makanan yang dikonsumsi. Apabila kebutuhan protein dari makanan sehari-hari belum terpenuhi, tambahan asupan protein dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
"Salah satu pilihan nutrisi tinggi protein yang disedikan Kalbe adalah Peptisol, yang mengandung 14 gram protein dalam satu takaran saji. Peptisol dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi kebutuhan protein, terutama bagi masyarakat yang aktif berolahraga dan membutuhkan tambahan asupan protein. Namun, penggunaannya tetap perlu menjadi bagian dari pola makan seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing," kata Brand Owner Peptisol, Nadya Aprilliani Marwoso.
"Peptisol dapat dikonsumsi sebelum maupun setelah olahraga sesuai dengan kebutuhan. Sebelum olahraga, asupan protein dapat menjadi bagian dari persiapan nutrisi dan membantu menjaga massa otot. Setelah olahraga, protein dapat mendukung kebutuhan tubuh dalam proses pemulihan setelah melakukan aktivitas fisik. Jadi, tidak ada keharusan bahwa Peptisol hanya dikonsumsi sebelum atau hanya setelah olahraga. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan protein harian dan workout goals masing-masing," tambahnya.
Dokter Dedy menekankan, pemenuhan protein bukan berarti seseorang harus mengonsumsi protein sebanyak-banyaknya. Menurutnya, kebutuhan protein tetap perlu disesuaikan dengan berat badan, aktivitas fisik, intensitas latihan, dan tujuan olahraga.
Dalam konteks penurunan berat badan, protein tidak hanya berperan dalam membantu mempertahankan massa otot saat tubuh berada dalam kondisi defisit kalori. Protein juga memiliki efek termogenik yang dapat meningkatkan penggunaan energi tubuh. Selain itu, protein dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengendalikan rasa lapar dan asupan makanan. Dengan demikian, kecukupan protein dapat mendukung penerapan defisit kalori secara lebih terarah tanpa mengabaikan pemeliharaan massa otot.