Growthmates, di era kecerdasan buatan (AI) yang mampu menulis kode, menerjemahkan bahasa, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam hitungan detik, banyak orang tua beranggapan bahwa kemampuan coding adalah bekal utama yang harus dimiliki anak untuk sukses di masa depan.

Namun, pandangan itu tidak sepenuhnya dianut oleh sejumlah miliarder dunia. CEO Meta Mark Zuckerberg, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, pendiri Amazon Jeff Bezos, hingga keluarga Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru memilih mengajarkan bahasa Mandarin kepada anak-anak mereka sejak usia dini.

Keputusan tersebut tentu memunculkan pertanyaan. Mengapa para tokoh teknologi yang identik dengan inovasi digital justru menaruh perhatian besar pada pembelajaran bahasa asing?

Ternyata, alasannya bukan sekadar agar anak-anak mereka bisa berbicara dalam bahasa Mandarin, melainkan sebagai investasi untuk membangun wawasan global, memahami budaya, dan mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di dunia internasional.

Mengapa Bahasa Mandarin Dinilai Penting?

Bahasa Mandarin merupakan bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia. Bahasa ini menjadi bahasa ibu bagi hampir satu miliar orang dan digunakan oleh sekitar 1,18 miliar penutur jika termasuk mereka yang mempelajarinya sebagai bahasa kedua.

Di sisi lain, Tiongkok terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Negara tersebut memegang peran penting dalam industri manufaktur, perdagangan internasional, teknologi, hingga inovasi. Tak heran jika kemampuan berbahasa Mandarin kini dianggap sebagai nilai tambah yang dapat membuka berbagai peluang di masa depan.

Meski teknologi AI semakin canggih dalam menerjemahkan bahasa, banyak pakar meyakini bahwa kemampuan memahami budaya dan menjalin komunikasi langsung tetap menjadi keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Mark Zuckerberg Ingin Anak-Anaknya Mengenal Bahasa dan Budaya Tiongkok

Dikutip dari Times of India, Jumat (7/8/2026), ketertarikan Mark Zuckerberg terhadap bahasa Mandarin bukanlah hal baru. Pendiri Meta itu mulai mempelajarinya pada 2010 agar dapat berkomunikasi lebih dekat dengan keluarga sang istri, Priscilla Chan, yang berasal dari keluarga penutur bahasa Mandarin.

Keseriusannya bahkan sempat menjadi perhatian dunia ketika ia melakukan sesi tanya jawab hampir sepenuhnya menggunakan bahasa Mandarin di Universitas Tsinghua, Beijing, pada 2014.

Minat tersebut kini juga diterapkan dalam pola pendidikan keluarganya. Ketiga putrinya, Maxima, August, dan Aurelia, dilaporkan mempelajari bahasa Mandarin sejak kecil agar dapat memahami tidak hanya bahasanya, tetapi juga budaya Tiongkok.

Baca Juga: Tak Melulu Bekerja, Ini 8 Hobi yang Digemari Orang-orang Sukses Dunia