Keputusan Warren Buffett menghentikan donasi masa depan untuk Gates Foundation sempat memicu berbagai spekulasi. Banyak yang menduga langkah tersebut berkaitan dengan kontroversi hubungan Bill Gates dengan terpidana pelanggaran seksual Jeffrey Epstein.
Namun, investor legendaris yang kini berusia 95 tahun itu akhirnya memberikan penjelasan. Menurut Buffett, keputusan tersebut bukan dipicu oleh kontroversi yang menimpa Gates, melainkan karena ia merasa ketiga anaknya kini sudah siap mengelola kekayaan keluarga dan menentukan arah filantropi mereka sendiri.
Baca Juga: Warren Buffett Peringatkan Pasar Saham Makin Mirip Perjudian, Investor Diminta Waspada
Dalam wawancara yang dikutip CNBC, Buffett mengakui bahwa kedekatan Gates dengan Epstein memang bukan hal yang menyenangkan. Meski demikian, ia tidak menjadikan isu tersebut sebagai alasan utama untuk menghentikan aliran dana ke Gates Foundation.
"Tidak ada orang yang selalu sempurna dalam urusan memilih orang," ujar Buffett.
Ia mengungkapkan bahwa sejak awal 2026 dirinya telah mempelajari berbagai dokumen terkait hubungan Gates dan Epstein, termasuk kesaksian di bawah sumpah serta hasil pemeriksaan di Kongres Amerika Serikat. Buffett juga mencatat bahwa Gates pada akhirnya memutuskan hubungan dengan Epstein.
Menurut Buffett, Bill Gates bahkan sudah mengetahui rencana perubahan arah donasi tersebut jauh sebelum diumumkan ke publik. Beberapa minggu sebelumnya, keduanya sempat bertemu dan berdiskusi secara langsung di Omaha, Nebraska.
Percaya Penuh kepada Anak-Anaknya
Di balik keputusan besar tersebut, Buffett mengaku memiliki alasan yang jauh lebih personal. Ia ingin memastikan kekayaan yang akan diwariskannya dapat dikelola langsung oleh ketiga anaknya, yakni Howard Buffett, Susie Buffett, dan Peter Buffett.
Buffett menilai ketiganya telah memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup dalam menjalankan kegiatan filantropi melalui yayasan masing-masing.
Baca Juga: Warren Buffett Setop Donasi ke Gates Foundation
Karena itu, ia memutuskan untuk mengalihkan fokus donasi masa depannya ke yayasan keluarga, yakni Susan Thompson Buffett Foundation serta tiga yayasan yang dikelola oleh anak-anaknya.
Saat ini Buffett menyalurkan sekitar US$6 miliar per tahun ke berbagai yayasan tersebut.
Target Habiskan Kekayaan US$140 Miliar Sebelum 2034
Buffett juga mengungkapkan bahwa dirinya ingin mempercepat proses distribusi kekayaannya yang saat ini diperkirakan mencapai US$140 miliar.
Keputusan itu muncul setelah ia mengalami patah kaki dan menjalani operasi beberapa waktu lalu. Meski kondisinya kini berangsur membaik, pengalaman tersebut membuatnya semakin serius menyusun rencana penyaluran seluruh asetnya.
Jika sebelumnya Buffett berencana mendistribusikan kekayaannya dalam jangka panjang setelah dirinya wafat, kini ia menargetkan seluruh hartanya sudah tersalurkan pada akhir 2034.
Untuk mencapai target tersebut, Buffett harus meningkatkan nilai donasinya secara signifikan menjadi lebih dari US$17 miliar per tahun.
Bill Gates Beri Respons
Menanggapi keputusan tersebut, Bill Gates menyampaikan penghormatan dan apresiasinya kepada Buffett.
Pendiri Microsoft itu menyebut Buffett sebagai salah satu filantropis terbesar sepanjang sejarah dan sahabat yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kemanusiaan.
Baca Juga: Masuk Daftar 10 Orang Terkaya, Ini Sosok yang Dijuluki 'Bill Gates' Indonesia
Menurut Gates, dukungan Buffett kepada Gates Foundation selama lebih dari dua dekade mencapai hampir US$50 miliar dan berkontribusi terhadap berbagai program yang membantu jutaan orang di seluruh dunia.
Babak Baru Filantropi Warren Buffett
Keputusan Buffett menutup pintu donasi masa depan bagi Gates Foundation menandai perubahan besar dalam strategi filantropinya. Jika sebelumnya sebagian besar kekayaannya diarahkan ke yayasan yang didirikan Bill dan Melinda Gates, kini fokus tersebut beralih ke lingkaran keluarga.
Dengan nilai kekayaan mencapai ratusan miliar dolar AS, keputusan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa generasi berikutnya dari keluarga Buffett akan memegang peran utama dalam menentukan ke mana dana amal salah satu orang terkaya di dunia itu akan disalurkan.