Julukan "Bill Gates Indonesia" bukan tanpa alasan disematkan kepada Otto Toto Sugiri. Sosok yang dikenal sebagai pionir industri teknologi nasional itu kembali masuk dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2026 dengan total kekayaan mencapai US$8 miliar atau sekitar Rp144,5 triliun.

Kesuksesan tersebut lahir dari perjalanan panjangnya membangun bisnis teknologi, mulai dari penyedia internet pertama di Indonesia hingga operator pusat data terbesar di Tanah Air.

Pria kelahiran Bandung ini menempuh pendidikan teknik di Jerman dan meraih gelar Master of Science in Engineering dari RWTH Aachen University pada 1980. Setelah kembali ke Indonesia, ia mulai mengembangkan berbagai perangkat lunak untuk sektor bisnis dan perbankan.

Baca Juga: Mengenal Sosok Otto Toto Sugiri, Arsitek di Balik Infrastruktur Digital Indonesia

Kariernya di industri teknologi semakin berkembang ketika bergabung dengan Bank Bali pada awal 1980-an. Di sana, Otto mengembangkan sistem perangkat lunak akuntansi yang membantu meningkatkan efisiensi operasional perbankan.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting saat ia mendirikan Sigma Cipta Caraka pada 1989 bersama sejumlah mantan rekan kerjanya, termasuk Marina Budiman. Perusahaan perangkat lunak tersebut tumbuh pesat seiring berkembangnya industri perbankan nasional dan akhirnya diakuisisi oleh PT Telkom Indonesia pada 2008. Saat ini, perusahaan tersebut dikenal dengan nama Telkomsigma.

Tak berhenti di sana, Otto kembali mencatatkan namanya dalam sejarah teknologi Indonesia melalui pendirian Indointernet atau Indonet pada 1994. Bersama Marina Budiman, ia menghadirkan layanan penyedia internet (internet service provider/ISP) pertama di Indonesia yang membuka akses masyarakat terhadap internet pada masa awal perkembangannya.

Baca Juga: Bisnis Milik Toto Sugiri, Orang Terkaya ke-5 di Indonesia

Langkah besar berikutnya datang ketika Otto melihat peluang di bisnis pusat data. Pada 2011, ia mendirikan PT DCI Indonesia bersama sejumlah mitra bisnisnya. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi salah satu operator data center terbesar di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, DCI Indonesia berhasil memperoleh sertifikasi Tier IV pada 2014, menjadikannya pusat data Tier IV pertama di Asia Tenggara. Sertifikasi tersebut menunjukkan tingkat keandalan yang sangat tinggi sehingga mampu menjamin layanan tetap berjalan meski terjadi gangguan pada sistem.

Pertumbuhan bisnis pusat data yang didorong oleh meningkatnya kebutuhan komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital membuat nilai perusahaan terus melonjak. Ketika DCI Indonesia melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021, sahamnya mendapat perhatian besar dari investor dan menjadi salah satu pendorong utama peningkatan kekayaan Otto.

Baca Juga: Cara CEO DCI Indonesia Toto Sugiri Hadapi Masa-Masa Sulit dalam Merintis Karier

Berkat kesuksesannya membangun bisnis teknologi selama lebih dari tiga dekade, Otto Toto Sugiri kini menempati posisi ke-460 orang terkaya di dunia versi Forbes. Kekayaannya yang mencapai US$8 miliar juga menempatkannya dalam daftar 10 besar orang terkaya Indonesia, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan industri teknologi nasional.