Growthmates, jika ada museum khusus dunia bisnis, Surat Pemegang Saham Berkshire Hathaway 2025 karya Warren Buffett layak mendapat tempat tersendiri.
Surat tahunan ke-60 Buffett tersebut memang memuat berbagai pandangan investasi yang selama ini dinantikan para pembacanya.
Namun, jika dibaca hanya untuk mencari kiat investasi, ada pelajaran lain yang tak kalah menarik, yakni bagaimana menyampaikan gagasan kompleks dengan cara yang sederhana, menarik, inspiratif, dan mudah dipahami.
Surat Buffett menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif bukan sekadar soal apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dikemas. Dan, setidaknya, ada 6 hal yang bisa dipelajari, sebagaimana Olenka kutip dari laman Inc.com, Kamis (10/9/2026).
1. Bayangkan siapa audiens Anda
Bagi Buffett, komunikasi yang baik dimulai dengan memahami siapa yang menerima pesan.
"Tujuan kami adalah berkomunikasi dengan Anda menggunakan cara yang kami sendiri harapkan jika posisi kami dan Anda tertukar," jelas Buffett.
Ia pernah mengatakan bahwa dirinya membuat tulisan terasa seperti percakapan dengan membayangkan pembaca sebagai Bertie, saudara perempuannya. Bertie merupakan sosok cerdas, tetapi tidak menghabiskan waktu setiap hari untuk mempelajari laporan keuangan seperti Buffett.
Pendekatan tersebut menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang ingin menyampaikan gagasan. Gunakan bahasa, istilah, dan contoh yang dipahami audiens. Hindari jargon yang tidak perlu dan buat pesan terasa seperti percakapan.
2. Bangun kepercayaan
Kepercayaan merupakan bagian penting dalam komunikasi. Buffett membangunnya dengan cara yang sederhana: berani mengakui kesalahan.
Subjudul pertama surat tersebut bahkan berbunyi, "Kesalahan, ya, kami pun melakukannya di Berkshire."
Buffett menulis, 'Selama periode 2019-2023, saya telah menggunakan kata 'mistake' (kesalahan) atau 'error' (kekeliruan) sebanyak 16 kali dalam surat-surat saya kepada Anda. Banyak perusahaan besar lainnya tidak pernah menggunakan kedua kata tersebut dalam kurun waktu yang sama'.
Menurut Buffett, kesalahan bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Justru, mengakuinya dapat memperkuat kepercayaan, selama seseorang juga mau belajar dan memperbaikinya.
"Kesalahan akan berlalu, pemenang bisa terus berkembang selamanya," tulis Buffett.
Komunikasi yang autentik, dengan demikian, bukan berarti harus terlihat sempurna. Kejujuran, termasuk mengenai kegagalan, justru dapat membuat pesan lebih kredibel.
Baca Juga: Warren Buffett Ungkap Rahasia Investasi: Pasar Saham Bukan untuk yang Tak Sabar